ALUMNI NERAKA

Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن  اَشْهَدُاَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ  وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّابَعْدُ فَيَا عِبَادَاللهِ اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ  قَالَ اللهُ تَعَالَى يَآاَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Hadirin yang saya muliakan.

Di antara semua doa dalam Al Qur’an, doa yang paling sering kita baca adalah doa dalam ayat ini, 

وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

“Dan di antara mereka ada orang yang berdoa, “Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jauhkanlah kami dari siksa neraka” (QS. Al Baqarah [2]: 201)

Melalui doa ini, kita memohon tiga hal, yaitu, (1) kemuliaan dan kebahagiaan di dunia, (2) kemuliaan dan kebahagiaan di akhirat, dan (3) masuk surga secara langsung, tanpa melewati siksa neraka untuk pencucian dosa yang belum terampuni. Nabi SAW bersabda,  

يَدْخُلُ اَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ وَاَهْلُ النَّارِ النَّارَ ثُمَّ يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى أَخْرِجُوْا مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ اِيْمَانٍ فَيُخْرَجُوْنَ مِنْهَا قَدِ اسْوَدُّوا فَيُلْقَوْنَ فِى نَهْرِ الْحَيَاءِ اَوِالْحَيَاةِ فَيَنْبُتُوْنَ كَمَا تَنْبُتُ الْحَبّةُ فِى جَانِبِ السَّيْلِ اَلَمْ تَرَ اَنَّهَا تَخْرُجُ صَفْرَاءَ مُلْتَوِيَةً رواه البخارى

 “Ketika semua penghuni surga sudah di dalam surga, dan penghuni neraka juga sudah di dalamnya, Allah SWT memerintahkan (para malaikat), “Keluarkan dari neraka orang yang dalam hatinya terdapat sekecil atom keimanan” Maka, mereka dikeluarkan dalam keadaan hitam bekas terbakar. Mereka lalu dimandikan di sungai penghapus rasa malu (nahrul haya’), atau sungai kehidupan (nahrul hayah). (Dalam sekejap), mereka berubah (menjadi putih) seperti biji yang tumbuh di tepi sungai. Tidakkah engkau saksikan tumbuhan itu menjadi kuning, melengkung nan indah? (HR. Al Bukhari dari Abu Sa’id Al Khudriy r.a)

Hadirin yang saya muliakan.

Penghuni surga menyebut para alumni itu al-Jahannamiyyun atau alumni neraka. Semua orang yang mengakui La ilaha Illallah (tiada Tuhan selain Allah) dikeluarkan dari neraka secara bertahap, dan gelombang paling akhir adalah orang-orang yang datang dengan merangkak. Ketika sampai di pintu surga, ia kembali kepada Allah, karena terlihat olehnya surga sudah penuh. Begitulah sampai tiga kali. Lalu, Allah meyakinkan, “Masuklah ke surga yang luasnya sepuluh kali dari luas dunia!” Para alumni itu tampak bersuka-cita, tapi masih ragu, jangan-jangan ini sindiran Allah semata. Nabi SAW tersenyum sampai gigi gerahamnya terlihat ketika menyampaikan cerita ini, seraya bersabda,

ذَاكَ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً

“Itulah tempat terendah bagi penghuni surga” (HR.  Al Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud, r.a).

Di antara para alumni itu, ada orang mukmin yang memohon agar temannya juga dikeluarkan. Ia bersaksi, bahwa temannya itu berpuasa, shalat dan haji bersamanya. Setelah dia dikeluarkan atas permintaan temannya itu, Allah memerintahkan lagi, “Cari orang-orang lainnya yang di dalam hatinya terdapat sedebu iman untuk dikeluarkan dari neraka.” Ketika pengentasan masal dari neraka secara bergelombang itu selesai, Allah SWT berfirman,

شَفَعَتِ الْمَلَائِكَةُ ، وَشَفَعَ النَّبِيُّوْنَ ، وَشَفَعَ الْمُؤْمِنُوْنَ ، وَلَمْ يَبْقَ إِلَّا أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ

 “Malaikat telah memberi pertolongan, demikian juga Nabi, dan orang-orang mukmin. Maka tinggallah (Aku) Yang Maha Pengasih, (pasti lebih besar pertolongan-Ku kepadanya).”

Di antara alumni itu, juga ada orang yang mati dengan membawa hanya satu pahala. Semasa hidupnya, ia memberi pinjaman beberapa orang miskin, dan jika benar-benar kesulitan membayar, ia memberi tangguh atau membebaskan hutangnya. Kepada manusia pembebas derita itu, Allah memberi kegembiraan pembebasan dari neraka.

Hadirin yang saya muliakan.

Ada lima pelajaran berharga dari kisah di atas. Pertama, perbanyak membaca la ilaha illallah dengan hati yang terdalam, bukan dengan bibir semata;  juga dengan penghayatan, bukan fokus pada hitungan. Kita boleh membaca berbagai macam zikir, tapi zikir ini tak boleh terkalahkan. Kedua, selaludekatkan diri kita kepada Rasulullah, bukan hanya dengan bershalawat, tapi juga tekad meniru akhlaknya. Ketiga, lebih seringlah berkumpul dengan ulama, ustad, dan orang-orang saleh agar kita bisa meniru kesalehannya, sekaligus mereka menjadi saksi yang meringankan kita di akhirat. Keempat, kita dijamin selamat dari neraka, jika dosa-dosa kita telah terampuni sebelum kematian. Maka, siapa pun yang memikul dosa karena meninggalkan shalat, atau berzina, membunuh orang, mencuri, atau dosa-dosa besar lainnya, segera raihlah ampunan Allah. Tidak cukup dengan istighfar dan taubat, tapi juga dengan membebaskan manusia dari kemiskinan, kecemasan, kelaparan, dan semua penderitaan lainnya. Habiskan harta untuk pembebasan dari siksa. Orang mulia bukanlah orang yang tak pernah berdosa, tapi orang yang terampuni sebelum kematiannya. Kelima, tirulah Allah yang memberi optimisme kepada orang yang membaca la ilaha illah. Bukan sebaliknya, menebarkan kebencian dan kecemasan dengan memberi label bid’ah, musyrik, sesat, kafir dan sebagainya kepada orang yang telah ribuan kali membaca la ilaha illah

اَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا وَاَسْتَغْفِرُ اللهُ لِى وَلَكُمْ اِنَّهُ هُوَاالْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Referensi: (1) Qureish Shihab, M, Tafsir Al Misbah, Vol. 1, Penerbit Lentera Hati, Jakarta, 2012, p 531-532 (2) Hamka, Tafsir Al Azhar, juz 2, Pustaka Panjimas, Jakarta, 1985, p. 142-144, (3)  Hasbi As-Shiddiqi,  2001 Mutiara Hadis, jilid 1, p. 470.

BeritaTerkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *