Imam Masjid Nabawi dan Quba-Madinah Kunjungi MAS

Share :

Surabaya (MAS) – Imam Masjid Quba, Madinah dan pengajar di Masjid Nabawi, Madinah, Syaikh Prof. DR. Sulaiman Ar-Ruhaili, serta Guru Besar Ma’had Aly, Universitas Imam Muhammad bin Saud, Kerajaan Saudi Arabia, Syaikh Prof. DR. Muhammad bin Fahd Al-Furaih, mengunjungi Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) Jawa Timur, Kamis (12/10) malam.

Dalam kunjungan yang diprakarsai Atase Agama di Kedubes Saudi Arabia, Jakarta bekerja sama dengan MAS dan DPW Perhimpunan Al-Irsyad Jawa Timur itu, Syaikh Prof. DR. Sulaiman Ar-Ruhaili saat berbicara di hadapan ribuan jamaah MAS tampak menekankan pentingnya istiqomah dalam beragama.

“Istiqomah atau bersungguh-sungguh dalam tauhid, ibadah, dan perbuatan baik itu begitu penting kedudukannya dalam agama, karena Allah yang memerintahkan nabi, sahabat, dan umat Islam untuk istiqomah,” kata Prof. DR. Sulaiman Ar-Ruhaili yang merupakan doktor dalam bidang Studi Islam dan Syariah di Universitas Imam Muhammad bin Saud Islam Riyadh itu.

Dalam kunjungan yang diterima Imam Besar MAS Prof DR KH Ridlwan Nasir MA, Ketua BPP MAS DR KH Ahmad Sudjak MAg, dan perwakilan Pemprov Jatim Drs Ahmad Jazuli SH MA itu, Syaikh Prof. DR. Sulaiman Ar-Ruhaili menegaskan bahwa istiqomah (kesungguhan dalam beragama) itu dibangun atas dasar wahyu (Alquran dan Sunnah), bukan nafsu.

“Karena itu, orang yang istiqomah dalam beragama itu selalu moderat, tidak meremehkan agama dan tidak ekstrem dalam beragama. Sesungguhnya, orang yang istiqomah itu selalu bahagia, tidak ada kekhawatiran dan kesedihan dalam hidup, karena yakin bahwa malaikat akan turun memberi rasa aman, rezeki, dan surga dari Allah,” katanya.

Pandangan tentang istiqomah itu ditegaskan ulang oleh Syaikh Prof. DR. Muhammad bin Fahd Al-Furaih. “Istiqomah itu perkara wajib, karena itu berdoalah agar kita bisa mengimplementasikan istiqomah dalam kehidupan, karena istiqomah itu hidayah dan istiqomah itu juga nikmat yang utama,” katanya.

Guru Besar Ma’had Aly, Universitas Imam Muhammad bin Saud KSA itu pun memberikan contoh istiqomah yang dilakukan nabi dan para sahabat, yang intinya bahwa istiqomah itu berkaitan dengan hati dan perbuatan. Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu, jagalah istiqomah dengan banyak berzikir, membaca Al-Qur’an, dan berbuat kebaikan.

“Nabi menyatakan istiqomah dalam tauhid dan kebaikan. Sahabat Abu Bakar menyebut istiqomah itu tidak syirik kepada Allah, Sahabat Umar menyatakan istiqomah itu melakukan perintah dan meninggalkan larangan-NYA, Sahabat Usman menyatakan istiqomah itu ikhlas, dan Sahabat Ali menyatakan istiqomah itu menunaikan kewajiban agama,” katanya.

Dalam kesempatan itu, perwakilan Pemprov Jatim Drs Ahmad Jazuli SH MA menyampaikan terima kasih atas kunjungan kedua guru besar KSA itu ke MAS. “Kunjungan itu merupakan perhatian kepada bangsa Indonesia, apalagi ilmu agama yang diberikan itu sangat penting, karena era modernisasi memang banyak godaan,” katanya. (*/mas)

Share :

BeritaTerkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *