Kejujuran Kunci Kesuksesan

Untuk mencapai sesuatu dengan sukses dalam segala hal dan bidang apapun sebenarnya, selain kerja keras, usaha, dan talenta, ada satu lagi yang paling penting demi sebuah keberhasilan yaitu Kejujuran. Rasulullah SAW sebelum di angkat menjadi Rasul, beliau mendapat julukan ‘al Amiin’ yang artinya dapat dipercaya. Berarti al Amin itu adalah modal sebagai Rasul Alloh, yang dengan sifatnya ini diakui oleh seluruh musuh-musuhnya dan orang yang pernah berbisnis dengan beliau, apalagi umatnya sendiri.

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa “kejujuran itu mahal”. Kejujuran memang sangat-sangat mahal karena berkata jujur itu terkadang sangat berat. Kejujuran yang baik adalah kejujuran yang membuat tenang dan orang lain senang walaupun kadang ada juga yang merasa sakit, tapi apa boleh buat karena kejujuran itu demi kebaikan semua orang. Ada juga kejujuran yang membuat kita dibenci karena, orang itu akan terganggu oleh sesuatu yang salah yang sudah dilakukannya.

Memang sebaiknya kita menjadi orang yang jujur, sesuai dengan “Qulil haqqo walaw kaana murron” (katakan kebenaran walaupun pahit). Resiko dari kejujuran memang pasti ada, tapi usahakan katakan yang jujur dan benar selama itu baik bagi kita dan semua orang.

Manfaat kejujuran, pertama : Hidup tenang. Jikalau kita sering jujur, maka tidak akan ada rasa khawatir / merasa bersalah atas sikap yang kita lakukan. Selain itu, kita juga bisa menabung untuk masuk surga. Kedua, mendapat pekerjaan. Jika kita menjadi orang yang jujur, maka kita dapat dipercaya orang lain dalam melakukan suatu hal. Selain itu, aura yang keluar juga akan terlihat positif. Ketiga, Banyak teman. Kejujuran membuat orang-orang disekitar kita akan senang dengan kita. Mereka menganggap kalau kita adalah orang yang dapat dipercaya. Keempat, Memperoleh kesuksesan. Seorang pengusaha yang sukses. Ia bisa sukses karena Ia bisa dipercaya oleh banyak orang. Para klien pun akan berdatangan dan merasa senang karena proyeknya ditangani oleh orang yang jujur. Kelima, Memiliki nama baik. Jikalau kita sering berbuat jujur, maka akan banyak orang yang mengetahui hal tersebut. Jika banyak orang yang mengetahui hal tersebut mungkin mereka akan membicarakan tentang kejujuran itu. Keenam, Pedoman. Jika kita sering jujur, maka kita akan menjadi pedoman bagi banyak orang.

# Teladan jujur orang tua terhadap anaknya.

Anak adalah anugerah terbesar yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa pada setiap pasangan suami istri. Anak juga disebut-sebut sebagai cerminan dari orang tua. Anak disebut sebagai cerminan orang tuanya karena apapun yang anak lakukan 80% adalah hasil meniru dari apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Kecenderungan anak untuk belajar dari apa yang ia lihat dan ia dengar menjadi sebuah kewaspadaan tersendiri bagi orang tua. Oleh karena itu, sebaiknya orang tua memberi contoh yang baik bagi anak. Salah satu contoh ajaran yang baik bagi anak adalah bagaimana bersikap jujur. Sikap jujur yang tertanam pada anak sejak dini akan mendatangkan banyak manfaat baik untuk si anak sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.

Mengajarkan anak untuk mau dan mampu mengembangkan sikap jujur bukanlah persoalan yang mudah dan cepat. Perlu proses yang panjang, ketelatenan, dan kesabaran dalam mendidik anak agar bisa dan mampu bersikap jujur dalam kehidupannya sehari-hari. Untuk mengajarkan anak bersikap dan berperilaku jujur, orang tua harus memahami karakter anak terlebih dahulu. Sebagai orang terdekat si anak seharusnya orang tua paham bagaimana sifat si anak tersebut. Biasanya sifat anak yang keras cenderung lebih susah untuk mau belajar bersikap. Namun, mengajarkan kejujuran pada mereka bukanlah hal yang mustahil. Mengajarkan sikap jujur pada anak dapat dimulai dengan menjadi contoh bagi si anak itu sendiri.

Mulailah melatih diri Anda untuk dapat menjadi contoh yang baik bagi anak Anda. Misalnya saja saat Anda berbelanja di pasar. Anda dapat mengajak anak Anda ikut serta dan melatihnya untuk berlaku jujur saat menggunakan uang. Langkah selanjutnya adalah mengenalkan anak dengan lingkungan tinggal yang jujur dan kondusif. Anda bisa melakukannya dengan media buku bacaan, dongeng, ataupun konten digital yang mendidik. Pilihlah buku bacaan atau konten digital yang mengajarkan kejujuran. Stimuli yang diberikan terus menerus akan membuat anak mengerti dan memahami bagaimana bersikap jujur secara alami. Jangan lupa terus dampingi anak Anda dalam belajar bersikap jujur sehari-hari. Bila anak Anda bertanya pada Anda tentang sesuatu usahakanlah untuk menjawabnya dengan jujur sehingga suatu hari ia juga mengajarkan hal yang sama pada generasi selanjutnya.

Ada banyak manfaat yang bisa dipetik dari proses pengajaran sikap jujur pada anak. Anak yang terbiasa bersikap jujur akan menjadi pribadi yang lebih terbuka, penuh percaya diri, dan apa adanya. Selain itu, ia juga akan menjadi pribadi yang bijaksana dan cerdas dalam menentukan suatu tindakan. Lebih-lebih perilaku jujur dapat membantu si anak dalam kehidupannya kelak. Perilaku jujur akan menghindarkan si anak dari keinginan untuk melakukan tindak kejahatan atau tindakan apapun yang merugikan orang lain disekitarnya.

#Membudayakan jujur dalam keluarga

Anak kecil sangat cepat meniru apa yang dilihat, dan kebohongan dari tingkah laku dan perkataan yang dilakukan orang tua juga akan menanamkan kebohongan dalam mental anak kecil tersebut. Apapun itu bentuk kebohongannya sekalipun dalam hal kecil,itu semua terekam dalam memori sang anak.

Janji yang yang tidak ditepati juga menjadi penyebab yang gampang direkam. Jangan pernah menjanjikan sesuatu yang pastinya tidak ditepati. Jika janji tersebut tidak jadi karena faktor lain, katakan maaf dan kasih pengertian kepada si kecil. Jangan juga menceritakan sesuatu yang mengandung kebohongan karena ketika nantinya sang anak melihat kenyataannya dia akan merekamnya. Jangan gengsi meminta maaf jika ada kesalahan kita dimata anak kita. Sikap gentle kita ini akan direkam menjadi suatu kebaikan nantinya bagi dia.

# Membiasakan dan menanamkan diri untuk jujur

Menerapakan sikap jujur memang sulit tetapi itu telah menjadi tuntutan hidup, agar selalu berada dijalan yang benar, yaitu jalan yang diridhoi Allah SWT. Adapun beberapa cara agar selalu bersikap jujur. “Carilah teman yang jujur dan hindari teman yang buruk. Carilah lingkungan yang jujur dan hindari lingkungan yang buruk. Ingat selalu dampak buruk dari ketidakjujuran. Ingat kepada Allah”

Teman memang tak selalu di dekat kita. Tetapi teman bisa mempengaruhi sikap dan kepribadian kita. Seorang teman juga memegang faktor penting dalam menjaga sikap. Jika teman kita baik, maka secara tidak langsung kita terpengaruh oleh sikapnya yang baik. Bahkan teman yang baik tersebut akan mendorong kearah perilaku yang baik. Jika kita berbuat kejelakan dihadapan seorang teman yang baik tentunya kita akan merasa malu. “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan jadilah kalian bersama orang-orang yang jujur.” (Q.S. At Taubah [09] : 119).

Dengan hidup di lingkungan masyarakat yang baik dan kondusif, juga akan memberikan kita suatu sikap hidup yang menuntut untuk selalu bersikap jujur. Selalu mengingat dampak yang timbul disetiap perbuatan, tentunya kita akan selalu berhati-hati dalam bertindak. Di setiap langkah kaki, disetiap gapaian tangan pasti ada resiko yang menghadang. Entah itu kecil atau besar. Yang terakhir dan yang terpenting ialah kita selalu mengingat kepada Allah SWT. Dengan begitu kita selalu berpikir panjang saat ingin melakukan tindakan yang ada dampak positif maupun negatif. Beberapa dasar.

Apabila seseorang tidak berlaku jujur maka sifat terpuji lainnya sulit dilakukan. Seperti sabda Rasulullah saw. : “Dari Ibnu Mas’ud ra.: Nabi saw. bersabda : sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebaikan. dan kebaikan itu membawa kesurga. seseorang tiada henti-hentinya berkata, berlaku jujur dan mengusahakan sungguh-sungguh akan kebenaran, sehingga dia dicatat disisi Allah sebagai orang yang jujur. (HR. Bukhari Muslim)

BeritaTerkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *