Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa

Aqidah secara bahasa artinya ikatan. Sedangkan secara istilah aqidah artinya keyakinan hati dan pembenarannya terhadap sesuatu. Dalam pengertian agama maka pengertian aqidah adalah kandungan rukun iman, yaitu: Beriman dengan Allah, Beriman dengan para malaikat, Beriman dengan kitab-kitab-Nya, Beriman dengan para Rasul-Nya, Beriman dengan hari akhir, Beriman dengan takdir yang baik maupun yang buruk. Sehingga aqidah…

KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI

Sebagai warga mayoritas di Indonesia, umat Islam menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah bangsa Indonesia. Dari zaman perjuangan, sejak awal pendirian Republik ini, hingga saat ini. Dalam masa ini berbagai masalah dan tantangan telah dihadapi oleh umat Islam. Ajaran Islam mempunyai beberapa karakteristik, di antaranya yang pertama bahwa Islam sesuai dengan fitrah manusia. Kedua, ajaran…

Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)

Menyaksikan kehidupan berkebangsaan hari-hari ini, pasti semua sampai pada kesimpulan bahwa kita umat Islam dalam keadaan tidak nyaman. Karena umat yang mayoritas ini terkesan dibuat permainan. Demi satu orang, jutaan orang harus seperti menjadi korban. Oleh karena itu, kita kembali merenung dan menengok sejarah pada masa Nabi SAW. Bahwa, dalam dakwah beliau selama 23 tahun,…

Menjadi Umat yang Terbaik

Kita sekarang memasuki kehidupan yang semakin hari penuh dengan tantangan. Tantangan demi tantangan muncul di hadapan kita semua. Salah satu tantangan yang harus kita jawab saat ini adalah tudingan atau mungkin tuduhan, bahwa umat Islam adalah umat yang tidak menghargai hak-hak asasi manusia. Istilah hak asasi manusia biasanya juga dikaitkan dengan demokrasi. Dua istilah ini…

Mengukur Kadar Keimanan

Era pada saat ini merupakan era keterbukaan, era globalisasi. Kita hidup di tengah-tengah kecanggihan teknologi informasi yang mengakibatkan adanya keharusan perubahan sikap di dalam menghadapi segala informasi. Kalau dulu informasi negatif bisa kita hindarkan dengan jalan menjauhkan informasi itu dari lingkungan kita berada, tapi sekarang informasi itu sudah tak terbendung lagi. Mungkin untuk pertama kali…

Kreatif dan Dinamis

Jika setiap orang memfungsikan akal dan hatinya secara obyektif, niscaya kebenaran Islam tidak terbantahkan. Agama akan membawa perubahan ke taraf yang lebih baik bila difahami, dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam perspektif Islam, kreatif diartikan sebagai kesadaran keimanan seseorang untuk menggunakan daya dan kemampuan yang dimiliki sebagai wujud syukur atas nikmat Allah, guna menghasilkan…

Kejujuran Kunci Kesuksesan

Untuk mencapai sesuatu dengan sukses dalam segala hal dan bidang apapun sebenarnya, selain kerja keras, usaha, dan talenta, ada satu lagi yang paling penting demi sebuah keberhasilan yaitu Kejujuran. Rasulullah SAW sebelum di angkat menjadi Rasul, beliau mendapat julukan ‘al Amiin’ yang artinya dapat dipercaya. Berarti al Amin itu adalah modal sebagai Rasul Alloh, yang…

Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki

Rasulullah SAW adalah manusia biasa, bukan malaikat dan bukan pula anak Tuhan atau lain-lainnya. Beliau secara manusiawi sama dengan kita seluruh umat manusia. Terbukti beliau terlahir dari jenis manusia, ayahanda beliau serta ibunya adalah Abdullah bin Abdul Muthallib, serta ibundanya bernama Aminah, keduanya dari suku Quraisy di Makkah Mukarramah keturunan Nabiyullah Ismail bin Nabi Ibrahim…

Menyelesaikan Perbedaan

Ada perbedaan pendapat yang bisa diselesaikan dengan mudah. Ada pula perbedaan pendapat yang tidak bisa diselesaikan dengan mudah, bahkan mungkin masuk kategori yang tidak bisa diselesaikan. Ada juga perbedaan pendapat yang mestinya bisa diselesaikan dengan mudah, kalau menggunakan rujukan yang sama. Perbedaan-perbedaan di dalam ilmu pengetahuan, fakta empiris, umumnya bisa diselesaikan dengan mudah. Misalnya saya…

Kecerdasan Spiritual

Abdullah bin ‘Amr ibnul ‘Ash, berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda :“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat…