Kajian Dhuha : Kiat-Kiat Haji Mabrur

Haji mabrur adalah haji yang sesuai dengan tuntunan syar’i, menyempurnakan hukum-hukumnya, mengerjakan dengan penuh kesempurnaan dan lepas dari dosa serta terhiasi dengan amalan shalih dan kebaikan.

Masjid Nasional Al Akbar Surabaya bersama FORKOMAS (Forum Komunukasi Masjid Al Akbar) menyelenggarakan Kajian Dhuha (25/9/2016) bertema Kiat Haji Mabrur. Bertempat di ruang Muzdalifah MAS, kajian ini diikuti oleh tak kurang dari 450 jamaah. Sebagai pemateri H.Edy Rahmatullah, M.E.I Beliau mengatakan bahwa ada lima kriteria haji mabrur, “Pertama, Ikhlas, seorang hanya mengharap pahala Allah, bukan untuk pamer, kebanggan, atau agar dipanggil oleh masyarakatnya “pak haji” atau “bu haji”. Kedua, Ittiba’ (meneladani) kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, dia berhaji sesuai tata cara haji yang diperaktekkan oleh Nabi dan menjauhi perkara-perkara bid’ah haji,” ujar Zainuddin.

Dijelaskan pula bahwa untuk menggapai haji mabrur, perlu memperhatikan Harta yang digunakan untuk berangkat haji harus harta yang halal, kemudian Menjauhi segala kemaksiatan, kebid’ahan dan penyimpangan, dan yang terakhir adalah Berakhlak baik antar sesama, tawadhu dalam bergaul, dan suka membantu kebutuhan saudara lainnya.

“Alangkah bagusnya ucapan Ibnu Abdil Barr dalam At-Tamhid (22/39): Adapun haji mabrur, yaitu haji yang tiada riya’ dan sum’ah di dalamnya, tiada kefasikan, dan dari harta yang halal,” jelas Zainuddin. (fitri)

BeritaTerkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *