Sembelih Hewan Kurban, MAS Terapkan Protokol Kesehatan dengan Ketat

Masjid Al Akbar – Sekitar 84 hewan kurban di Masjid Al Akbar Surabaya disembelih sejak pagi pukul 07.00 WIB hari ini, Sabtu (1/8). Sebanyak 26 sapi dan 70 kambing disembelih satu hari setelah Idul Adha 1441 H. Penyembelihan sapi dan kambing menggubakan protokol kesehatan yang begitu ketat di ruang basement Masjid Al Akbar Surabaya.

Akibat pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda di Surabaya, penyembelihan atau pemotongan hewan kurban berbeda dari tahun sebelumnya. Terlihat para relawan dan petugas pemotongan menggunakan APD lengkap. Selain itu, di beberapa titik disiapkan hand sanitizer dan semua petugas atau relawan yang terlibat wajib menggunakan masker, ketika memasuki area pemotongan semua harus dicek suhu tubuh dengan thermal gun.

“Petugas dan relawan pengulitan memakai APD lengkap, dan petugas pengemasan memakai masker dan sarung tangan serta menjaga jarak dengan diberi skat,” kata H Helmy M Noor, Humas Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.

Petugas pemotongan ada Sembilan orang untuk menangani sapi dan kambing. Lalu ada 36 petugas pengulitan. Petugas pengemasan ada 40 orang. Selain itu, selama proses pemotongan ada 5 orang dokter hewan yang bertugas melakukan pengetesan kesehatan untuk hewan kurban yang baru disembelih.

Dokter Hewan Juliane Poles Wari dari Dinas Peternakan Pemprov Jawa Timur mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Masjid Al Akbar Surabaya dalam penerapan protokol kesehatan. “Alhamdulillah semua hewan kurban baik sapi dan kambing semuanya sehat dan aman serta halal dikonsumsi,” katanya.

Hewan bisa sehat salah satu penyebabnya adalah tidak stress, masjid memberlakukan hewan kurban seperti manusia. Penyembelihan hewan kurban dipisah dengan hewan lainnya. “Penyembelihan hewan kurban bergantian, ada ruang transit sebelum disembelih sehingga hewan yang disembelih tidak melihat temannya,” jelas Juliane.

Berbeda dengan sejumlah tempat pemotongan hewan kurban lain, untuk pemotongan daging, para petugas ini menggunakan alat otomatis, sehingga mempercepat proses pemotongan. “Pengemasan juga menggunakan besek, agar lebih ramah lingkungan,” jelas Helmy.

Pria kelahiran Tegal ini mengatakan, semua hewan kurban akan disembelih dan dibagikan hari ini. Ia memperkirakan, semua proses selesai proses selesai pada pukul 16.00 WIB. Daging kurban ini akan dibagikan di kelurahan-kelurahan sekitar masjid seperti Menanggal dan Pagesangan.

“Nanti pembagian daging kurbannya sifatnya pararel. Jadi tidak nunggu selesai semua. Ini sudah ada yang dibagikan. Kita langsung mendatangi rumah warga yang sudah didata oleh pihak kelurahan, ada 2.000 besek daging kurban yang bisa dibagikan ke masyarakat. Satu besek memiliki berat sekitar 1,5 kg,” pungkasnya. (*)

BeritaTerkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *