CERDAS BERAKTIFITAS MESKI SERBA TERBATAS

Dua bulan terakhir sangat mencekam, kalau kita faham tentang kata kunci bahwa addunya makanul musibah, dunia ini memang tempatnya musibah.

Kata Kholifah Ali : siapa yang meyakini dan menyadari sesadarsadarnya bahwa hidup di dunia ini adalah ujian. Maka musibah sebesar apapun akan terasa ringan.

 oleh karena itu manakala berita kematian-kematian dan sakit mulai mendekat di sekitar kita.

Haruskah kita takut mati?

Gelisah menghadapi kematian? Atau panik?

Tidak, Bukankah kita semua akan menjemput kematian, Orang beriman tidak takut mati, orang beriman tidak cari mati, orang beriman tidak gelisah oleh mati, orang beriman menyiapkan bekal hidup setelah mati.

kalimat cerdas yang disampaikan oleh nabi, addakiyyu man dana nafsahu wa amila lima bakdal maut, orang yang cerdas orang yang bisa mengendalikan diri dan amal perbuatannya untuk orientasi hidup setelah mati, bukan untuk kini dan disini.

Kalau diantara kita ada yang takut, itu pertanyaanya adalah kita takut mati atau takut belum cukup sangunya mati? Yang mana? Yang kedua, Belum cukup sangunya untuk mati.

Karena itu sudah sepantasnya kalau sisa umur ini diberi kesempatan hidup ini untuk mencari bekal sangu untuk menghadap Allah SWT, caranya Move On, Maju tetap beraktivitas meskipun semua mobilitas serba terbatas.

Apa nekat? Tidak, Bersama Allah hadapilah musibah, Bersama Allah hadapilah masalah, itulah makna innallaha ma’asshobirin. Allah Bersama orang-orang yang sabar.

Bagaimana kiat cerdas untuk menimbun sangu mati?

Surat Al maidah ayat 35. Wahai orang-orang yang beriman,

  1. bertakwalah kepada Allah,
  2. carilah olehmu wasilah, jalan Kembali kepada Allah,
  3. bersungguh sungguhlah menempuh jalan itu agar kalian menang dalam kehidupan, arti yang lain khusnul khotimah.

Sepantasnya kita belajar dari sahabat, bagaimana para sahabat yang dijamin masuk surga, menang dalam kehidupan ini, para sahabat mempunyai wasilah, jalan pulang sesuai dengan kompetensi dan keunggulan yang dimiliki

Ada sahabat yang mendapat tiket surga karena kekayaan dan kedermawanannya: usman bin affan, Abdurrahman bin auf, abu bakar

Ada sahabat yang masuk surga karena ilmunya: ali bin abi tholib

Ada sahabat yang masuk surga karena kekuasaannya: Umar bin khattab

Oleh karena itu sisa umur yang diberikan kepada kita, marilah kita cari kegiatan, kesibukan, jangan diam.

Temukan itu jadikan jalan pulang untuk Kembali kepada Allah, mendapat rahmatnya ridhonya dari Allah SWT, dan jangan lupa bersungguh-sungguhlah di jalan itu.*

  • Cuplikan khutbah Jumat 27 Agustus 2021 dengan Tema Cerdas Beraktifitas Meski Serba Terbatas” disampaikan oleh Ir. H. Misbahul Huda, MBA.

BeritaTerkait

ALUMNI NERAKA

ALUMNI NERAKA

Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن  اَشْهَدُاَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ الْمَلِكُ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *