Zadienz El Zamid: konten dakwah digital harus menginspirasi

Surabaya (MAS) – Konten kreator dakwah, Zadienz El Zamid, menegaskan bahwa konten dakwah digital di TikTok, Instagram, dan media digital lainnya haruslah menginspirasi, bukan konten kontroversi.

“Konten dakwah itu harus menginspirasi, bukan kontroversi, karena dakwah itu memang harus bermanfaat,” katanya dalam Pelatihan Dai Muda Digital yang diselenggarakan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) di Surabaya pada 29-30 Maret 2024.

Pelatihan dai digital ini mengundang empat narasumber, yaitu KHA. Muzakky Al-Hafizh (Imam Besar MAS/praktisi dakwah dari analog ke digital), A Nasikhul Huda (Duta Santri Nasional), Shoniful Hadi (influncer/finalis AKSI Indosiar 2022), dan Zadienz El Zamid (konten kreator dakwah).

Dalam pelatihan itu, peserta bernama Muhammad As’ad mengungkapkan saat pertama kali mengikuti pelatihan terasa mendebarkan, karena kurang percaya diri ketika pertama kali berdakwah dalam media digital.

“Sebelum mengikuti pelatihan dai digital ini, saya kurang pengalaman tentang tatacara dakwah di media itu bagaimana, dengan selesainya saya mengikuti pelatihan ini, saya lebih tahu dan berani untuk dakwah dalam media digital,” ucapnya.

Peserta lain, Silfiana, berharap dirinya terus bisa menggali potensi yang ada dalam diri untuk berproses sungguh-sungguh menjadi generasi milenial yang siap akan hilirisasi perkembangan dunia dakwah digital.

“Pastinya juga tidak luput dari adanya pendampingan dari tim Masjid Al Akbar Surabaya,” katanya dalam pelatihan yang diakhiri dengan praktek dakwah digital di Taman GenZI dan Taman Asmaul Husna untuk diunggah di laman dan medsos MAS.

Pelatihan Dai Muda Digital itu diikuti 50 dai muda. “Ada 132 peserta yang mendaftar, lalu kami seleksi melalui video dakwah digital yang dikirim calon peserta hingga akhirnya terpilih 50 peserta,” kata Pembina GenZI MAS H Ghofirin.

Pelatihan bertema “Optimalisasi Dakwah Di Era Digital” yang dibuka Ketua Badan Pelaksana Pengelola (BPP) MAS DR KHM Sudjak MAg itu bertujuan menyiapkan dai muda untuk menyajikan konten dakwah di dunia maya. (*/azka-mas)

BeritaTerkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *