Surabaya (MAS) – Sebanyak dua majelis “One Day One Khatam” menyemarakkan suasana menjelang berbuka puasa di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) pada setiap hari bakda Asar.
“Karena dua majelis, maka jamaah Masjid Al-Akbar bisa khatam dua kali dalam setiap hari menjelang bukber,” kata Ketua ‘Healing Ramadhan MAS’ M Jakfar di Surabaya, Ahad.
Ia berharap tahun depan bisa lebih dari dua majelis yang mengikuti “One Day One Khatam” yang merupakan program baru di Masjid Al-Akbar yang mulai ada pada Ramadhan 1447 H/2026 M.
“‘One Day One Khatam’ dilaksanakan setiap sore bakda Sholat Asar pada 1-30 Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan Ngaji Ngabuburit dan Buka Puasa Bersama,” katanya.
Majelis “One Day One Khatam” meliputi 30 orang yang mengkhatamkan Al-Qur’an (30 juz) dalam satu majelis, sehingga satu orang mengkhatamkan satu juz.
“Majelis ‘One Day One Khatam’ itu tidak harus satu majelis, karena bisa saja ada beberapa majelis, asalkan satu majelis ada 30 orang untuk setiap orang khatam 1 juz. Tahun ini ada dua majelis sehari, semoga tahun depan bisa lebih,” katanya.
Selain khataman juga ada “Megengan” (Pembuka Program “Healing Ramadhan” dengan 1.447 apem pada 15/2), lalu Ngaji Ngabuburit (1-30 Ramadhan 1447 H), Sholat Tarawih (1-30 Ramadhan 1447), Tadarus Al Qur’an (1-30 Ramadhan), Qiyamul Lail 10 hari terakhir (21-30 Ramadhan), Nuzulul Qur’an (17 Ramadhan 14), dan Buka Puasa Bersama (1-30 Ramadhan 1447 H).
Program lainnya, Donor Darah (18 Februari-7 Maret jam 15.00 – 21.00, kecuali Ahad), Cek kesehatan bagi 200-an marbot (18-19 Februari 2026), “MAS Berbagi” untuk dhuafa, anak yatim, disabilitas, guru, marbot di Taman Asmaul Husna MAS (21 Ramadhan 1447), dan Pameran Masa Lalu dan Masa Kini MAS (1-30 Ramadhan 1447).
“Ada juga Lomba Mewarnai yang diikuti 290 anak dan Lomba Dai Cilik yang diikuti 20 anak (28 Februari). Juga ada Liga Marbot Soccer dan Ngaji Bareng Bintang Bola di Mini Soccer MAS (1-10 Maret 2026). Lomba lainnya, Lomba Hadrah Al Banjari (6/3), Lomba Patrol (7/3), Lomba Qosidah Rebana (24/3), dan Lailatul Qiroah dan Sholawat (16/3).
Semaraknya Program “Healing Ramadhan 1447 H” di MAS itu diapresiasi jamaah dari luar kota. “Alhamdulillah wa syukrulillah. Luar biasa. Pengelolaan Masjid Al-Akbar Surabaya patut menjadi role model nasional,” kata jamaah asal Kediri, R Sukardi.
Menurut dia, Masjid Al-Akbar itu tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga dikelola dengan manajemen yang modern, profesional, dan visioner. Seluruh programnya terintegrasi secara harmonis mulai dari ibadah, edukasi, sosial, budaya, hingga olahraga, sehingga dinamis dan relevan dengan zaman.
“Ini benar-benar masjid dengan standar tata kelola yang bertaraf dunia, yakni transparan, inklusif, ramah jamaah, serta adaptif terhadap kebutuhan generasi muda, seperti Ngaji Soccer, Marbot Soccer League, DMI Soccer dan rangkaian Healing Ramadhan. Jadi, Masjid Al-Akbar bukan sekadar tempat ritual, tapi pusat peradaban,” katanya. (*/mas)










