Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Pelajari Peran Masjid Al Akbar Hadapi Era Disruptif

Share :

Surabaya (MAS) – Sebanyak 145 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melaksanakan Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) ke Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Selasa (13/1), untuk mempelajari peran masjid dalam menghadapi perubahan sosial dan teknologi di era disruptif.

Dalam KKL bertema “Masjid Adaptif: Solusi di Era Disruptif” itu, rombongan mahasiswa disambut langsung oleh Ketua Badan Pelaksana Pengelola (BPP) MAS DR KH M Sudjak MAg. Dalam sambutannya, Sudjak menegaskan bahwa masjid saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat edukasi, sosial, dan pemberdayaan umat agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Masjid harus mampu menyesuaikan diri dengan era disruptif, baik dari sisi manajemen, pelayanan jamaah, maupun pemanfaatan teknologi digital. Masjid Al Akbar berupaya menjadi ruang inklusif yang menjawab kebutuhan umat,” ujarnya, didampingi Sekretaris BPP MAS H. Helmy M. Noor.

Dalam penyampaian materi yang membahas strategi pengelolaan masjid adaptif di tengah tantangan era digital, Helmy M Noor menjelaskan pentingnya inovasi, kolaborasi, serta penguatan fungsi masjid sebagai pusat peradaban dan solusi problem sosial masyarakat.

“Masjid yang adaptif adalah masjid yang responsif terhadap perubahan, mampu memanfaatkan teknologi, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman,” jelasnya di hadapan para mahasiswa.

Selain sesi pemaparan materi, mahasiswa juga diajak berkeliling area Masjid Al Akbar Surabaya untuk mengenal lebih dekat sistem pengelolaan masjid, program-program keumatan, serta pemanfaatan fasilitas masjid dalam mendukung aktivitas dakwah dan sosial, sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dan pemahaman komprehensif mengenai praktik pengelolaan masjid modern yang adaptif.

“Kami memiliki kesan yang luar biasa dengan religiusitas keagamaan kaum Genzi melalui berbagai kegiatan yang menarik mereka untuk hadir dan mengaji. Ini merupakan pengelolaan dan manajemen yang luar biasa, dimana masjid ini sangat konsisten dan luar biasa dalam hal perawatan Genzi,” kata dosen UIN Walisongo, DR Dedy Susanto MSi.

Kesan yang sama juga disampaikan mahasiswi UIN, Aisha Nanda. “Setelah saya datang kesini pertama kali, wow megah banget kubahnya, kemudian setelah saya ke kamar mandi, kamar mandinya bersih sekali. Intinya super-super nyaman. Terima kasih juga kepada para pimpinan Masjid Al-Akbar Surabaya yang telah memberikan wawasan yang mendalam,” katanya. (*/rika,amiroh,habib)

Share :

Berita Terkait