Surabaya (MAS) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengagumi manajemen dan orientasi Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) pada anak muda atau Generasi Z Islami (Gen-ZI).
“Saya senang masjid ini (MAS) dikelola dengan manajemen yang kreatif dan orientasi pada anak muda,” kata Ketua MUI Pusat Bidang Infokom Dr KH Masduqi Biadlowi dalam kunjungan ke MAS, Kamis (17/9).
Saat menerima kunjungan itu, Ketua Badan Pelaksana Pengelola (BPP) MAS DR KHM Sudjak MAg menjelaskan MAS sejak awal memang didorong untuk berperan multidimensi (Rahmatan lil Alamin), mulai peran religius, edukasi, lingkungan/green, wisata hingga peran kultural, termasuk “ramah” untuk melayani GenZI dan juga generasi pertama.
“Hal itu sejalan dengan peran masjid pada zaman Rasulullah, yang memosisikan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga pusat kegiatan sosial-kemasyarakatan yang multi dimensi untuk meningkatkan kualitas lahir dan batin. Itulah peran ‘rahmatan lil alamien’,” katanya.
Peran “rahmatan lil alamin” (multi dimensi) yang memadukan keyakinan/religi, pengetahuan/edukasi, dan budaya/kultural/lingkungan (Where Faith, Knowledge, and Culture Meet) itu mendorong Masjid Al-Akbar untuk mengembangkan ikhtiar yang telah dirintis “generasi pertama” dengan komunitas JTBS (Jamaah Tartil Bakda Subuh/1999) dan komunitas Pengamal (Pengajian Muslimah Al-Akbar/2001), yakni melalui pengembangan dengan “pohon inovasi” mulai 2010.
Tahun 2010, Sekretaris BPP MAS H Helmy M Noor menjelaskan MAS mulai mengembangkan Studio Dakwah Digital, Interior Tour (Ukiran/Kaligrafi/Tata Lampu), Perpustakaan dan Pojok Baca Digital (POCADI), virtual tour (tour secara digital/turis daring), lalu sejumlah lembaga pendidikan.
Setelah teknologi, pendidikan, pengajian, dan kajian bakda sholat, BPP MAS mulai tahun 2019 pun mengembangkan program inovatif, diantaranya Taman Edupark (2019), taman urban farming (2020), Taman Asmaul Husna (2020), dan Menara 99m (2020). “Taman Asmaul Husna dan Menara 99 meter itu menggambarkan 99 nama Allah,” katanya.
Inovasi lainnya, Green Toilet (2021) yang memiliki 539 Kran Wudhu “green” (air wudhu ditampung untuk sirami tanaman pada sejumlah taman yang ada), Air Mancur (2022) di pintu sisi timur untuk spot foto instagrammable, Green House atau Taman Melon (2022), Ballroom untuk kegiatan publik/eksternal (2022), Taman Peradaban/ikon provinsi (2023), dan BUMM (Badan Usaha Milik Masjid) yang mengelola Kampung UMKM Halal (2023).
“Inovasi berikutnya mulai fokus pada GenZI (Generasi Z Islami), diantaranya Majelis Subuh GenZi (MSG/2023), Taman GenZI (2023), Remas & GenZi (18/5/2024), Al Akbar Muallaf Center (2024) yang dimulai dengan ikrar dari Mualaf Korsel, Al-Akbar Tourism Center atau ATC (30/4/2025) dan Al-Akbar Sport Center atau ASC (28/6/2025), juga kolam ikan MAS (2026),” katanya.
Bahkan, peluncuran Al-Akbar Mini Soccer yang dilakukan oleh Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa di ASC itu pun dilanjutkan dengan peluncuran “Al-Akbar Ngaji Soccer” oleh pendakwah muda Habib Husein bin Ja’far Al-Hadar di ASC (20/7/2025).
Inovasi terbaru yang dikembangkan pengurus Remas dan GenZI MAS adalah Majelis Sholawat Al-Akbar pada setiap hari Kamis bakda Sholat Maghrib (2026). (*/mas)










