Bassima Hakkoui: Masjid Al-Akbar jadi Contoh Peradaban Islam yang Sebenarnya

Share :

Surabaya (MAS) – Mantan Menteri Solidaritas Perempuan, Keluarga, dan Pembangunan Sosial dari Maroko (2012-2019), Bassima Hakkoui, menyatakan terkesan dengan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) yang dinilai telah menjadi contoh bagi peradaban Islam yang sebenarnya.

“Saya terkesan dengan Masjid Al-Akbar yang ada di kota wisata dan perdagangan, Surabaya, karena di tengah masjid besar itu ada bangunan peradaban Islam yang sebenarnya,” katanya didampingi dua rekannya dari Tunisia yakni Benattia Mohammed Larbi dan Neziha Labidi, saat mengunjungi sejumlah fasilitas di MAS, Jumat.

Dalam kunjungan itu, Bassima Hakkoui bersama Benattia Mohammed Larbi (Ketua Asosiasi Program Mediterania 21 dari Tunisia) dan Neziha Labidi (mantan Menteri Perempuan, Keluarga, Anak, dan Senior dari Tunisia) diterima oleh Sekretaris Badan Pelaksana Pengelola (BPP) MAS H Helmy M Noor.

Ketiganya berada di Surabaya dalam rangkaian acara penganugerahan “Fatima Al-Fihriya Award” dari Forum Azzahra untuk Perempuan Maroko dan Asosiasi Program Mediterania 21 dari Tunisia yang dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi Provinsi Jawa Timur pada Jumat (6/11/2026) malam.

Menurut Bassima Hakkoui, Masjid Al-Akbar Surabaya tidak hanya menjadi tempat ibadah, tapi juga telah membangun fasilitas peradaban Islam yang sebenarnya mulai dari pertanian, perikanan, lapangan bola mini, dan sebagainya. “Ya, Masjid Al-Akbar telah membangun peradaban Islam yang sebenarnya,” katanya, mengulangi kesannya.

Dalam kunjungan ke MAS itu, ketiganya sempat melihat secara langsung “Al-Akbar FishTech” (kolam ikan) yang melakukan budidaya ikan nila merah, lele, patin, dan gurami dengan sistem RAS (recirculating Aquaculture System). “Air di kolam ikan ini dari air wudhu yang ditampung, lalu dialirkan ke kolam ikan dan pertanian di sini,” kata Helmy kepada tamunya.

Selain kolam ikan, ketiga tamu dari Maroko dan Tunisia itu juga meninjau fasilitas lain yakni Taman Urban Farming yang dibangun sejak tahun 2020, Green House (Taman Melon) yang dibangun tahun 2022, lapangan “Al-Akbar Sport Center” (ASC) yang dibangun tahun 2025, dan juga melihat ruang utama MAS.

Sementara itu, Anugerah “Fatima Al-Fihriya Award” yang ke-6 kalinya akan diserahkan kepada lima tokoh Perempuan dari Indonesia, Singapura, Maroko, dan Tunisia yakni Sinta Nuriyah Wahid (istri KH Abdurrahman Wahid/Gus Dur/Indonesia), Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jatim/mantan Menteri Sosial/tokoh Muslimat NU/Indonesia), Halimah Yacob (tokoh pemimpin Perempuan/Singapura), Bassima Hakkaoui (Mantan Menteri/Maroko/ 2012-2019), dan Neziha Labidi (mantan Menteri/Tunisia). (*/mas)

Share :

Berita Terkait