Oleh-oleh Rakernis II Dewan Masjid Indonesia

Drs H Endro Siswantoro, M. Si (Dirut MAS)

Di bawah kepemimpinan Bapak H M Jusuf Kalla, Dewan Masjid Indonesia (DMI) menunjukkan peningkatan kinerja dan hasil-hasil yang dapat dicapai, yang berdampak pada peningkatan peran masjid sebagai pusat kegiatan Ibadah/Shalat, di samping fungsi lain di bidang pendidikan, sosial dan budaya, ekonomi, kesehatan dan pemberdayaan umat

Selama 3 hari, tepatnya tanggal 5-7 Desember 2016, Rakernas ke II DMI di Hotel Sahid Jakarta, dan pembukaan secara resmi oleh WAPRES, yang sekaligus sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PPDMI), bertempat di Istana Wakil Presiden.

Dengan tema Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid : Berdayakan Masjid untuk Umat dan Bangsa. Peserta Rakernas ini terbagi menjadi 3 bagian, yakni Tingkat Pusat yang meliputi Majelis Mustasyar, Majelis Pakar dan Mejelis Ekonomi Syariah, Pengurus Harian dan Pengurus Departemen, Pengurus Badan Otonom. Kemudian Tingkat Wilayah, yang meliputi Ketua dan Sekretaris PW, Pimpinan Masjid Raya Propinsi. Dan Bagian ke tiga merupakan Peninjau/Undangan dalam acara Pembukaan, sesuai undangan Panitia.

Dalam acara ini juga ditandatangani MOU (Perjanjian Kerjasama) dengan BKKBN, dan BNN, Menteri Sosial dan BPJS. Pada sidang Pleno I hari Senin, 5 Desember 2016 terdapat pengarahan-pengarahan narasumber yakni Menteri Agama RI Bapak drs H Lukman Hakim Saefuddin tentang “Kebijakan Kemenag RI dalam Pembinaan Rumah Ibadah (Masjid)”. Menteri Agraria ; Tata ruang / Kepala BPN RI Bapak Dr H Sofyan Djalil, S.H, MA tentang “Kebijakan Kementerian Agraria untuk Percepatan Sertifikat Tanah Wakaf Masjid (Sertifikasi)”. Kemudian Menteri Koinfo RI Bapak Rudiantara yang memaparkan materi tentang “Kebijakan Masalah Pembenahan Akustik Masjid (Sound System Masjid)”

Pada sidang Pleno II hari Selasa, 6 Desember 2016. Pengarahan narasumber antara lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Bapak Prof Muhadjir Effendy tentang “Pembinaan Karakter Bangsa”, Menteri Sosial RI Ibu Hj Khofifah Indar Parawansa tentang “Kebijakan Pembinaan Keluarga dan Masalah Sosial Lainnya”, Dirut BPJS Bapak Prof Dr dr Fahmi Idris, M. Kes tentang

“Sosialisasi Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat Berbasis Masjid”. Dan Pengarahan Narasumber Kapolri RI Bapak Jend. Polisi Tito Karnavian tentang “Dewan Masjid Indonesia dalam Menghadapi Radikalisme dan Sektarianisme di Era Global Mengawal NKRI”. Kemudian Sidang Pleno III terdapat pengarahan narasumber Panglima TNI RI bapak Jend. TNI Gatot Nurmantyo tentang “Peranan Masjid dalam Pelaksanaan Bela Negara”. Hasil dari Rakernas II DMI ini memilah dan memilih program strategi unggulan yang memberikan manfaat ganda baik Pengurus DMI, Takmir Masjid, dan masyarakat banyak (umat dan bangsa), antara lain:

1. Mendorong upaya sertifikasi tanah wakaf Masjid dan Lembaga Islam
2. Melanjutkan program perbaikan akustik dan aplikasi masjid.com
3. Meningkatkan/menggiatkan Pelaksanaan Pelatihan Manajemen Masjid, Imam, Khatib dan penerbitan buku panduan standarisasi arsitektur masjid

4. Peningkatan pelaksanaan program pemberdayaan umat, program peningkatan SDM, melalui Pelatihan IT bersertifikasi berbasis Masjid
5. Melakukan peningkatan program perlindungan, memberikan kenyamanan kesejahteraan melalui program pembinaan Advokasi bidang-bidang pendidikan kesehatan serta pelayanan Jaminan Sosial (BPJS), penanggulangan narkoba, bela negara, keluarga sejahtera, penanggulangan bencana, dan lainnya
6. Meningkatkan energi dengan mitra Masjid Kecamatan dan Lembaga
7. Rakernas juga menetapkan program per departemen yang diajukan sebagai bahan muktamarVII DMI.

Dari hasil evaluasi, DMI Jawa Timur dinilai paling berhasil dalam melaksanakan program perbaikan akustik, hampir mencapai 4800 kunjungan ke masjid.

Selanjutnya, menurut Prof Dr H Mas’ud yang mewakili Menteri Sosial, dalam pengarahannya, menyatakan bahwa Masjid Nasional Al Akbar Surabaya dengan tolok ukur program DMI, sudah melaksanakan hampir semua program sebagaimana visi DMI, yaitu Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid : Berdayakan Masjid untuk Umat dan Bangsa. Melalui program utamanya yaitu penyelenggaraan ibadah dan da’wah, ditopang oleh pendidikan, sosial, ekonomi, budaya, kesehatan, dengan manajemen yang handal. (Fit)

BeritaTerkait

ALUMNI NERAKA

ALUMNI NERAKA

Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن  اَشْهَدُاَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ الْمَلِكُ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *