Ramadhan Camp MAS Tangkal Paham Radikal

Masjid Al Akbar – Paham Islam Radikal terus menyerang bangsa Indonesia, sasarannya kalangan pemuda, pelajar dan para aktivis remaja masjid. Untuk menangkal paham radikal, Remaja Masjid Al Akbar mendatangkan narasumber dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. “Hasil Survey pemuda hari ini yang setuju dengan paham radikal sebesar 15 persen dari 60 juta pemuda Indonesia,” kata Zainul Munasichin Staf Khusus Kemenpora di bidang Pemuda saat mengawali materinya (27/5).

Menurut pria kelahiran Lamongan ini ada tiga tanda-tanda seorang pemuda terkena virus radikal, pertama nalar oposisi biner. “Naral oposisi biner ini maksudnya adalah dia hanya melihat dua kutub ekstrim saja, antara baik dan salah, haram dan wajib, dalam artian dia sudah anti diskusi atau dialog,” lanjut Zainul.

Tanda kedua dia mudah mengklaim kafir kepada orang yang tidak sependapat denganya. “Polarisasi kebenaran ini berbahaya. Setiap orang yang tidak sejalan dengannya dianggap salah dan dianggap kafir keluar dari Islam,” lanjut alumnus Universitas Jember ini.

Ketiga konspirasi mobilisasi kekuatan dengan begitu mereka dengan mudah mencuci otak manusia dengan ajaran Islam garis keras. “Setelah itu terjadinya menyempitnya ruang dialog, tabayun, moderasi dan toleransi,” jelasnya.

Untuk menangkal itu semua tentu dengan pendidikan. Polisi dan TNI hanya bisa menangkal teroris tapi tidak dengan paham terorisme. “Pendidikanlah yang bisa menghancurkan bibit terorisme melalui pendidikan formal di dalam kelas atau melalui informal seperti kajian keislaman moderat seperti ini,” terang alumnus pascasarjana Universitas Indonesia ini.

Selain itu menjaga keseimbangan juga perlu dilakukan dan menjaga tradisi, sejarah dan kearifan lokal. “Dengan begitu, ketika kita mengetahui bagaimana sejarah kemerdekaan Indonesia oleh para ulama, tradisi yang selama ini mengakar di masyarakat Indonesia. Mari kita menjaga Indonesia dengan ajaran Islam moderat,” pungkas Zainul. (*)

BeritaTerkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *