MAS Terapkan Dakwah Digital

Masjid Al Akbar – Masjid Nasional Al Akbar Surabaya kembali menerima kunjungan silaturrahmi dari Badan Takmir Masjid Raya Ahmad Yani Sulawesi Utara. Rombongan dipimpin H Gaib Al Amien didampingi lima pengurus lainnya. Kunjungan yang digelar di ruang pertemuan Raudhah Masjid Nasional Al Akbar Surabaya ini ditemui langsung H Roziqi Ketua Badan Pelaksana Pengelola MAS, bersama jajaran pengurus.

“Kami bersilaturrahmi ke Masjid Nasional Al Akbar Surabaya ini ingin mengetahui beberapa program yang telah diterapkan di masjid ini,” kata H Gaib Al Amien Ketua Rombongan (29/4). Gaib Al Amien menambahkan bagaimana bisa mendakwahkan Islam ke seluruh pelosok negeri terutama di Sulawesi Utara.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada rombongan Masjid Raya Ahmad Yani Sulawesi Utara, beginilah kondisi Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, di masjid ini ada beberapa pengurus atau takmir masjid yang dikenal Badan Pelaksana Pengelola MAS. Ada beberapa bidang di antaranya Bidang Imarah, Tarbiyah dan Rianah,” kata H M Roziqi Ketua Badan Pelaksana Pengelola MAS.

Masjid Nasional Al Akbar Surabaya telah menerapkan dakwah digital. Selain dakwah analog, masjid sudah menerapkan dakwah digital. “Alhamdulillah kami sudah mempunyai akun youtube, instagram, Websate, WhatsApp Grup untuk para jamaah dan Facebook,” kata H Helmy M Noor Sekretaris Badan Pelaksana Pengelola MAS.

Materi yang disebarkan dari dakwah analog. Misalnya khutbah jumat, selang dua jam materi khutbah sudah diupload di youtube. Informasi pengajian juga sama disebarkan melalui WhatsApp Grup yang telah dibentuk. “Untuk Instagram kami juga mengupload materi dakwah misalnya kajian magrib dan subuh. Dakwah digital tidak butuh biaya mahal, cukup merekrut dua orang yang paham ngedit video dan upload di kanal youtube,” terang Helmy.

Selain itu, anggaran yang digunakan masjid, murni dari pengelolaan fasilitas masjid. Misalnya di masjid ini bisa digunakan akad nikah, resepsi dlsb. “Peran Pemerintah Provinsi dan pemerintah Kota hanya secara kebijakan, bukan finansial. Berbeda dengan Masjid Istiqlal yang menggunakan anggaran negara. Pemprov dan Pemkot hanya membantu misalnya perawatan masjid,” jelas Helmy.

Mendengar paparan Masjid Al Akbar, Takmir Masjid Raya A Yani juga ingin menerapakan konsep dakwah digital dlsb. “Dakwah digital sangat diperlukan, mengingat masjid kami berada dikawasan yang muslimnya minoritas,” kesan H Gaib Al Amien ini. (*)

BeritaTerkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *