Kisah Sang Muallaf (3) Berawal dari Syuting Akad Nikah

Masjid Al Akbar – Danang Pratyaksa Pinandhita terlahir dari kalangan beragama Hindu. Meskipun demikian, keluarga besarnya sangat majemuk dalam hal agama. Hampir semua agama berada di lingkungan keluarga besarnya.

“Saya berasal dari agama Hindu, kakek nenek menganut paham kejawen, pakde budhe beragama Islam, sedangkan ibu saya beragama Hindu asli Bali,” kata Danang saat dalam catatan alasan memeluk Islam.

Pria kelahiran tahun 1977 ini mengaku ada adiknya yang beragama Kristen dan Islam. “Sejak berada di bangku sekolah saya selalu berteman dan bergaul dengan teman lintas agama,” akunya setelah membaca dua kalimat syahadat di Masjid Al Akbar Surabaya (06/11).

Tertarik dengan Islam, berawal di saat dirinya menjadi tukang shoting manten, secara otomatis dirinya mendengar penceramah tentang pernikahan menurut Islam.

Selain itu, pria asli Surabaya ini mengaku senang mempelajari berbagai agama. “Saya rasa semua agama sama. Sama mengajarkan kebaikan. Tinggal umatnya yang menjalankannya,” ungkapnya.

Dari hasil diskusi dan mendengarkan ceramah itulah, Sarjana Ekonomi ini, mengambil kesimpulan bahwa semua agama mengajarkan kebaikan kepada sesama, percaya dengan adanya Tuhan, menjalankan semua ajarannya dan menjahui larangannya. “Saya masuk Islam tidak ada paksaan dari keluarga juga tidak mempermasalahkannya,” tutupnya.

Ikrar pembacaan dua kalimat syahadat dipimpin serta dituntun oleh Ustadz Hamid Syarifudin, Imam Rawatib Masjid Al Akbar Surabaya setelah Shalat Dhuhur berjamaah dan disaksikan oleh para jamaah Shalat Dhuhur. (ROF)

BeritaTerkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *