Muallaf Ikuti Jejak Sang Ibu

Masjid Al Akbar – Tidak seperti biasanya, Masjid Al Akbar Surabaya menjadi tempat ikrar membaca dua kalimat syahadat setelah shalat isya’ berjamaah (27/11). Imam Rawatib seperti biasanya memanggil nama saudara Andreas Dianto Fajar untuk menuju mihrab Masjid atau pengimaman masjid.
Sebelum membacakan dua kalimat syahadat, Ustadz H Hamid Syarifudin mengatakan memeluk Islam tidak boleh dipaksa atau memaksa. Islam adalah agama rahmat. “Jangan sampai memeluk Islam karena terpengaruh oleh siapapun termasuk oleh keluarganya. Jangan sampai seperti para artis dengan mudahnya pindah agama,” pesan Hamid Syarifudin.
Setelah ditanya, apa alasannya masuk Islam, Andreas mengatakan ingin mempelajari Islam lebih dalam dan mengikuti jejak ibunya. Pria Asal agama Katolik ini mengaku tahu Islam dari temannya. “Orang tua sudah merestui, termasuk sang ayah yang beragama katolik dan ibunya beragama Islam, seorang muallaf,” terang pria kelahiran Surabaya ini.
Dua kalimat syahadat beserta artinya dibaca dengan lancar. Hanya ada beberapa yang perlu diulang agar lebih memantapkan hatinya. Hamid Syarifudin berpesan agar setelah membaca ikarar harus melaksanakan mandi besar. Agar hati, tubuh dan pikiran suci. “Setelah menjadi muslim harus melaksanakan perintahNya dan menjauhi larangaNya. Perintah yang paling menonjol adalah shalat,” tutupnya. (ROF)

BeritaTerkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *