Nabi Muhammad SAW Pertaruhkan Nyawa untuk Dakwah

Masjid Al Akbar – Prof Dr H Ahmad Zahro Imam Besar Masjid Al Akbar memberikan tausyiah di malam kelahiran Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Akbar. Di depan ratusan jamaah shalat magrib, Prof Zahro banyak memberikan cerita perjalanan hidup Rasulullah. “Peringatan Maulid Nabi ini tidak bid’ah. Semua ormas Islam sepakat dengan dilaksanakan acara maulidan ini. Di Saudi Arabia saja sudah melaksanakan Maulid Nabi, ini baru yang pertama dalam sejarah,” kata Prof Zahro mengawali tausyiahnya (30/11).

Menurut Guru Besar UIN Sunan Ampel ini, Nabi Muhammad berjuang mendakwahkan Islam hanya seorang diri. Keluarganya tidak menerima jalan dakwah Rasulullah. Pamannya sendiri sangat menentang dakwah ponaannya itu. tidak hanya itu, semua penduduk arab menentang dengan keras. “Namun Rasulullah SAW, bersabar dan bertahan. Rasulullah mendakwai penduduk Mekkah satu persatu,” terangnya.

Profesor yang juga Ketua Ikatan Persaudaraan Imam Masjid Indonesia ini mengatakan Tahun ke tujuh kenabian orang arab membaikot jalan dakwah Rasulullah. Semua Bani Hasyim dibaikot oleh kaum quraisy termasuk perdangangan sehingga perekonomian berhenti. Dengan kondisi seperti itu, Nabi dan para sahabat makan dedaunan serta kurangnya air minum. “Coba banyangkan perjuangan nabi kala itu. nyawanya menjadi taruhannya,” lanjutnya.

Baikot itu berjalan hingga tiga tahun, nabi dan para sahabat tidak goyah, sabar dan teguh dalam berdakwah. Dari kesabaran dan keteguhan tersebut, banyak kaum quraisy memeluk Islam, mereka sembunyi-sembunyi mengirimkan makanan kepada nabi dan para sahabatnya. “Artinya apa, keteguhan kesabaran juga uswah dari nabi kita. Kita tidak boleh pantang menyerah,” tutup Prof Zahro. (ROF)

BeritaTerkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *