Tahun Bertambah, Kematian Kian Dekat

Masjid Al Akbar – Menjelang akhir tahun dan menyambut awal tahun 2018, Masjid Al Akbar menggelar muhasabah. Setelah shalat isya berjamaah pada hari Ahad (31/12), dzikir dan istighotsah berkumandang. Para jamaah mengkuti bacaan imam.

“Dengan memasuki tahun baru, perlu kita muhasabah atau intropeksi diri, apa yang telah kita perbuat selama tahun 2017 lalu. Muhasabah itu, lebih baik dilakukan di masjid sembari niat iktikaf,” kata Ir H Misbahul Huda, MBA, mengawali tausyiahnya.

Menurut motivator, cerdas versi Nabi Muhammad adalah kita selalu intropeksi dan melakukan perbuatan yang bermanfaat untuk kehidupan setelah kematian nanti. Untuk itu, perlunya menyiapkan kematian, agar cerdas dalam kehidupan. “Dengan seperi itu, maka kita akan cerdas memilih mana itu prinsip dan mana itu pernik dalam kehidupan,” lanjutnya.

Misbah juga mencontohkan walimatul urys yang selalu dilakukan saat pernikahan. Menurutnya, walimatul urys itu lebih banyak perniknya dari pada prinsip. “Kita ini selalu mengabaikan prinsip dan selalu mengutamakan pernik,” terang Misbah.

Dengan bertambahnya tahun, maka secara tidak sadar usia akan bertambah dan kematian semakin mendekat. Umat Islam saat ini lebih suka menyemarakkan ritual untuk memuaskan individual, tapi kering dengan aspek spriritual untuk kemaslahatan sosial.

“Kalau urusan ritual tidak ada yang mengalahkan umat Islam. Misalnya seperti puasa, shalat, haji setahun sekali, umrah sebulan sekali. Tapi mereka lupa bahwa orang lain masih banyak yang membutuhkan uluran tangan kita,” tegasnya.

Salah satu contoh, Rasulullah SAW menyendir dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang membaca Al-Qur’an (ritual) tapi Al-Qur’an itu melaknatnya. “Kenapa itu bisa terjadi, karena ajaran yang ada di dalam Al-Qur’an tidak pernah diamalkan atau dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (MRB)

BeritaTerkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *