Tiga Muallaf Berikrar Tanpa Paksaan

Masjid Al Akbar – H Abdul Hamid Syarifuddin Imam Rawatib Masjid Al Akbar Surabaya sebelum menuntun ketiga muallaf mengatakan di dalam Islam tidak ada paksaan untuk memeluknya. Secara bergantian Hamid Syarifuddin bertanya alasan ketiga muallaf di depannya. Dengan tegas ketiganya menjawab sama. Tidak dipaksa dalam memeluk Islam.

Ketiga muallaf itu memiliki latar belakang berbeda. Tri Windono berasal agama Kristen dan Sumarni berasal dari agama Hindu, ia memeluk Islam bersama anaknya bernama Riksa Winda. “Saya mengenal Islam berawal dari kegiatan kampus seperti kegiatan seminar, pernikahan teman. Dari sinilah saya mengenal Islam sehingga mengantarakan ke sini,” kata Riksa di depan Hamid Syarifuddin di Masjid Al Akbar (19/1).

Dari penuturan ketiga muallaf itu, Hamid Syarifuddin menengaskan kalian bertiga telah mendapatkan hidayah Allah, itu artinya Allah menolong kalian. “Hidayah Allah itu datang secara tiba-tiba tanpa ada rencana apalagi paksaan,” terangnya.

Setelah memberikan nasehat ketiga muallaf itu membaca dua kalimat syahadat beserta artinya secara bergantian. Dengan jelas dan terang ketiganya lancar membaca dua kalimat syahadat. Sebelum ditutup doa, Hamid Syarifuddin berpesan semua di dunia ini pasti ada campur tangan Allah dan yang terpenting dari syariat Islam atau ajaran Islam adalah shalat. “Jangan tinggalkan shalat dan dalam keadaan apapun shalat tetap harus dilakukan,” pungkas Hamid. (MRB)

BeritaTerkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *