Walikota Probolinggo Studi Banding ke MAS

Masjid Al Akbar – Masjid Agung Pemerintah Kota Probolinggo memiliki lahan kosong di sebelah utara masjid. “Kedatangan kami di Masjid Al Akbar Surabaya (MAS) ini, pertama ingin silaturrahmi dan kedua ingin stadi banding soal Masjid Agung Raudhatul Jannah milik Pemerintah Kota Probolinggo,” kata Hj Rukmini Buchori, SH, MSi, Walikota Probolinggo yang memimpin langsung rombongan (23/2).

Rukmini bercerita kalau pemkot telah berhasil membeli tanah KH Nawawi A Jalil Sidogiri dan membebaskan lahan di sekitar masjid. Namun proses pengembangan lahan masih belum bisa ditentukan. Maka dari itu rombongan yang berjumlah 20 orang ini mendatangi masjid Al Akbar Surabaya.

Rombongan yang ditemui langsung Direktur Utama, Direktur Tarbiyah, Direktur Imarah dan Sekertaris MAS ini mendapatkan penjelasan langsung serta masukan dari Badan Pengelola Masjid Al Akbar Surabaya. H Endro Siswantoro mengaku dengan adanya undang-undang tentang tanah negara yang dipakai pihak lain atau orang lain maka harus ada akad sewa.

“Jika ada tanah milik pemerintah dan di sana ada bangunan tempat ibadah seperti masjid, lantas apakah masjid juga membanyar sewa kepada pemerintah? Tidak,” kata Endro saat memberi penjelasan. Lalu apa yang dilakukan pihak pengelola masjid. Endro melanjutkan, keputusan atau fatwa MUI mengatakan pemerintah harus memberikan status wakaf.

Selain itu, Endro berpesan kepada rombongan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah saja, tapi masjid juga bisa difungsikan sebagai tempat Pendidikan, Ekonomi, Sosial dan Kesehatan. “Kami di sini punya lembaga pendidikan PAUD, MI dan STIU. Ekonomi di sini juga ada koperasi dan usaha lainnya dan Kesehatan di masjid juga ada poliklinik,” pesan Direktur Utama MAS. (MRB)

BeritaTerkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *