Mahasiswa Teknik Sipil Belajar Arsitektur di MAS

Masjid Al Akbar – Sekitar 40 mahasiswa-mahasiswi berkunjung ke Masjid Al Akbar Surabaya. Kedatangan mereka dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan mahasiswa D3 Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lampung. “Kami memilih Masjid Al Akbar karena kami melihat bangunan Masjid Al Akbar memiliki ornament dan arsitektur yang begitu indah,” kata Agung Cahyo Nugroho, ST, MT Kaprodi D3 Teknik Sipil di ruang Raudhah Masjid Al Akbar Surabaya (10/3).

Para mahasiswa ini diterima langsung oleh Direktur Utama Masjid Al Akbar Surabaya, Drs H Endro Siswantoro, MSi. Dirut yang didampingi Kabag Humas ini menjelaskan profil singkat fisik Masjid Al Akbar Surabaya. “Masjid meliki satu atap besar dan empat atap kubah kecil berbentuk limasan dan di masjid ini juga dilengkapi menara dengan ketinggian 99 meter,” kata H Endro Siswantoro.

Dirut kelahiran Lamongan ini mengatakan luas tanah masjid 11,2 hektar, sedangkan luas bangunannya sekitar 22.300 meter persegi. Tanah yang terletak di Kecamatan Gayungan ini, milik pemerintah Kota Surabaya. “Status tanah ini masih milik pemkot dan dikelola oleh badan pengelola masjid. Kalau ada tanah pemerintah dan di sana sudah berdiri masjid maka statusnya harus wakaf. Jadi adik-adik mahasiswa harus tahu dulu status tanahnya sebelum membangun masjid,” pesan Dirut kepada mahasiswa-mahasiswi Universitas Lampung.

Dirut berusia 70 tahun ini juga menjelaskan keunikan atap. Kubah utama berbentuk setengah telur dengan ketinggian 27 meter, bertumpu pada atap piramida terpancung setinggi 11 meter atau konstruksi space frame atau rangka ruang. “Bentang atap 54 X 54 meter. Yang menarik adalah tanpa tiang penyangga di tengah, sehingga jamaah tidak terhalangi tiang,” tuturnya.

Tidak hanya, elemen interior dan ekstarior juga dijelaskan Dirut. Di Masjid Al Akbar terdapat 45 pintu utama dari kayu jati dengan ukiran khusus. “Yang mengukir pintu itu adalah Pak Sumanto, beliau baru kemarin meninggal dunia, almarhum asli Medan dan sudah lama tinggal di Surabaya,” jelasnya.

Ukiran mihrab, relung imam, dinding utama dengan corak ukiran timur tengah. Tidak hanya itu, masjid ini juga terdapat kaligrafi utama yang mengelilingi bangunan utama dengan ukuran satu meter dan panjang 180 meter. “Untuk mendunkung penerangan masjid, MAS menggunakan kekuatan listri satu megawatt,” pungkasnya.

BeritaTerkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *