Mahasiswa Universitas Lampung Kagumi Masjid Era Mileneal

Masjid Al Akbar – Kunjungan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Lampung melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan di Masjid Al Akbar Surabaya. Para mahasiswa dan mahasiswi yang didampingi lima dosen pembimbing tiba di Masjid Al Akbar Surabaya pukul 08.00 WIB pagi.

Salah satu mahasiswi bertanya apakah Masjid Al Akbar Surabaya termasuk masjid heritage? Pertanyaan ini dijawab Kabag Humas. Masjid Al Akbar bukan masjid bersejarah. Di Surabaya banyak masjid yang memiliki sejarah, salah satunya adalah Masjid Ampel, Masjid Ramat Kembang Kuning. MAS adalah masjid kekinian, masjid di era melenial karena MAS berdiri pada tahun 2000.

“Masjid ini, lahir untuk menciptakan kawasan dan beradaban baru, di Masjid Al Akbar menggunakan manejemen modern dengan standar ISO,” kata Helmy M Noor saat mendampingi Direktur Utama di ruang Raudhah Masjid Al Akbar Surabaya (10/3).

Masjid terbesar setelah Istiqlal, Jakarta ini menjadi masjid wisata dengan menara setinggi 99 meter. Menara yang terletak di sisi timur utara masjid ini bisa melihat keindahan Kota Surabaya. Selain itu, banyak masyarakat yang menjadikan Masjid Al Akbar sebagai markas sebelum berangkat atau sesudah berziarah wali. “Karena barat masjid ini jalan tol Surabaya Malang sehingga masyarakat menjadikan masjid ini sebagai tempat transit,” lanjut Helmy.

Tidak hanya masjid yang terletak di Kecamatan Gayungan ini menjadi masjidnya generasi now di era melenial. Masjid Al Akbar juga menyediakan tempat untuk berswada selfie dan wifi. “Kami sadar untuk berdakwah di era melenial harus menyesuaikan kebutuhan jaman dan saat ini masuk pada jaman now,” pungkas Helmy.

BeritaTerkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *