Harlah Tarbiyatul Qulub ‘Bersih’ dari Aroma Politik

Masjid Al Akbar – Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatul Qulub mengucapkan terima kasih kepada pengurus Masjid Al Akbar Surabaya yang telah mengizinkan terselenggaranya acara harlah ke 24 Tarbiyatul Qulub. “Terimakasih kepada Direktur Utama MAS yang telah memberi ijin terlaksanakan kegiatan ini,” kata KH Zainuddin Husni, Pengasuh Ponpes Tarbiyatul Qulub Surabaya (11/3).

Kiai Zainuddin Husni mengatakan di tahun politik ini mari kita jangan berbeda pandang, berbeda baju lantas bermusuhan, maka dari itu di harlah ke 24 Tarbiyatul Qulub menyatukan berbedaan itu dengan kalimat La Ilaha Illallah. “Mulai sekarang janganlah menyalahkan orang lain, mari kita instropeksi ini,” kata Kiai Zainuddin Husni.

Ahmad Sukardi Sekdaprov Jatim mengatakan harlah ke 24 Ponpes Tarbiyatul Qulub sebagai momentum berkembangan pesantren di Indonesia. “Indonesia sangat beruntung memiliki pesantren. Dari rahim pesantren inilah lahir tokoh cendikia, tokoh politik dan tokoh nasional,” kata Sukardi mewakili Gubenur Jawa Timur.

Menurut Sukardi ada tiga hal menjadi ciri khas pesantren. Pesantren menjadi tempat generasi bangsa. Inilah benteng untuk Indonesia. Kedua penyeimbangan pendidikan agama dan umum. Pesantren menyesuaikan pendidikan indonesia yang berlandasan moral dan Akhlaqul Karimah. Ketiga pendidikan moral dengan kekuatan tokoh seorang kiai.

“Hanya agamalah yang mampu menghadapi kondisi-kondisi saat ini. Mulai dari krisis moral hingga era globalisasi terus meningkat,” pesan Sukardi.

BeritaTerkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *