Berdakwah dengan Ikhlas dan Sabar

Masjid Al Kabar – Berdakwah adalah satu aktivitas untuk mengajak kepada kebaikan. Berdakwah akan terasa senang apabila mereka mau melakukan apa yang kita ajarkan. Namun rasa senang itu ada dua kemungkinan senang karena dia mau melakukan atau senang karena merasa bisa (sombong).

Itulah yang disampaikan Prof Dr H Aswadi Syuhada, MAg saat memberikan kajian ba’da magrib tentang fiqhud dakwah di Masjid Al Akbar Surabaya (23/3).

“Saat kita melakukan dakwah tapi mereka menolaknya kita merasa sedih itu wajar. Karena kita harus sadar bahwa kita tidak bisa mengubah seseorang kecuali hidayah Allah,” kata Prof Aswadi.

Mantan Dekan Fakultas Dakwah UIN Sunan Ampel Surabaya ini mengatakan nabi yang berdakwah kepada umatnya yaitu Nabi Nuh As. Karena Nabi Adam dan nabi setelahnya hanya berdakwah hanya untuk keluarganya.

Menurut Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya ini, salah satu ciri pendakwah itu curhatnya hanya pada Allah bukan pada yang lain. Contohnya adalah Nabi Nuh yang selalu curhat kepada Allah tentang kaumnya.

Nabi Nuh berdoa Ya Allah sungguh aku mengajak kaumku siang dan malam tapi mereka malah lari dan saat aku mengajak mereka menyembah kepada mu mereka malah memasukkan jarinya ketelinganya, kemudian menarik baju kewajahnya (menutup wajahnya).

“Dari kisah Nabi Nuh ini memberi tau bahwasanya berdakwah itu banyak rintanganya. Maka berdakwalah dengab kesabaran dan keikhlasan,” pungkasnya. Izza

BeritaTerkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *