MAS Hadiri Muzakarah Pendakwah Asia Tenggara

Masjid Al Akbar – Direktur Utama Masjid Al Akbar Surabaya turut serta dalam acara Muzakarah Pendakwah Asia Tenggara. Acara ini digagas Majelis Dakwah Negara dan Persatuan Ulama Malaysia dengan kerjasama Forum Silaturrahmi Kemakmuran Masjid Serantau (Forsimas). Forum yang menghimpun para peserta di kalangan negara-negara Asia Tenggara termasuk Australia dan Hongkong itu merumuskan konsep pendakwah di Asia Tenggara termasuk di Indonesia.

“Asia Tenggara adalah salah sebuah rantau penting di dunia Islam. Dengan jumlah umat Islam terbesar ini, maka penting membuat masa depan masyarakat Asia Tenggara menjadi umat Islam yang moderat,” terang H Endro Siswantoro Dirut MAS saat menghadiri acara pada 12 April 2018 di Kuala Lumpur Malaysia.

Menurut Direktur Utama MAS Umat Islam di Asia Tenggara memiliki kekuatan dan potensi besar bagi menyumbang kemakmuran masyarakat Asia Tenggara secara khusus dan dunia Islam secara umum. “Umat Islam Asia Tenggara mempunyai kekuatan tenaga manusia dan sumber asli yang boleh digembeleng secara strategik dan menyeluruh bagi memastikan kesejahteraan Asia Tenggara,” lanjutnya.

Kekuatan dan potensi itu tentu memiliki kelemahan seperti ekonomi, pendidikan dan sosial. Umat Islam Asia Tenggara masih menghadapi permasalahan kemiskinan, kejahilan dan perpecahan masyarakat yang perlu ditangani secara bersama di segenap peringkat antara negara.

“Untuk itu, wawasan mengangkat martabat dan derajat umat Islam Asia Tenggara mesti menjadi cita-cita bersama perjuangan dakwah masa kini di Asia Tenggara. Kekuatan umat Islam Asia Tenggara dari kehidupan akan dapat menjadi sumber kemakmuran, kesejahteraan dan keamanan Asia Tenggara di masa depan,” lanjut Dirut kelahiran Lamongan ini.

Cara mengatasi itu semua peranan institusi dakwah Asia Tenggara amat penting dalam menjayakan wawasan dakwah Asia Tenggara. Seluruh organisasi dakwah Asia Tenggara hendaklah mempunyai satu sistem kerjasama yang tersusun untuk menjayakan cita-cita dakwah yang telah disetujui secara bersama.

Dakwah Asia Tenggara perlu diikat agar bisa tumbuh subur sebagai forum yang dapat menggerakkan kerjasama aktif antara organisasi dakwah di Asia Tenggara. “Ia harus sejajar dengan semangat dan model yang telah dilaksanakan dalam konteks kerjasama politik negara-negara Asia Tenggara yaitu ASEAN,” lanjutnya.

Cara kerja Ikatan Dakwah Asia Tenggara sebagai institusi dakwah di Asia Tenggara berasaskan kerjasama komuniti bagi menggalakkan perhubungan people to people (P-P) di kalangan masyarakat. “Institusi ini hendaklah menubuhkan kumpulan kerja khusus dalam bidang-bidang berikut seperti ekonomi, pendidikan, sosial, kewanitaan dan kemasjidan,” harap dirut.

Menumbuhkan organisasi ini hendaknya diisi oleh perwakilan negara-negara yang menghadiei Muzakarah Pendakwah Asia Tenggara. “Rencananya pusat institusi kerjasama dakwah Asia Tenggara akan dipusatkan di Kuala Lumpur,” terangnya.

Kedepannya Ikatan Kerjasama Dakwah Asia Tenggara ini akan memiliki satu sistem pendanaan yang tersendiri sistematik. “Hal ini dilakukan untuk memastikan pergerakan dakwah berdikari bagi menggerakkan program dakwah di Asia Tenggara. Satu bentuk Tabung Amanah Dakwah Asia Tenggara hendaklah diasaskan pembentukkannya,” lanjut dirut.

Kedepan program pembangunan dakwah Asia Tenggara harus dilakukan gerakan pembinaan Nilai dan Budaya Kekeluargaan Asia Tengara. Semangat dan ikatan persaudaraan serumpun hendaklah digiatkan.

  • Kedua mewujudkan bank data organisasi dakwah Asia Tenggara. Ketiga Program Dakwah kepada masyarakat bukan Islam hendaklah diperbanyakkan. “Latihan dan pendidikan dakwah kepada para pelajar di Asia Tenggara yang menetap di Malaysia atau negara-negara Asia Tenggara lain,” harapnya.

BeritaTerkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *