Imam Besar Al Akbar Bimbing Ikrar Muallaf

Masjid Al Akbar – Prof Dr H Ahmad Zahro MA Imam Besar Masjid Al Akbar Surabaya membimbing tiga muallaf setelah Shalat Jumat. Sebelum membimbing ketiga muallaf secara bersamaan Prof Zahro menanyakan apakah kalian masuk Islam tanpa paksaan? Secara serentak mereka menjawab tidak. “Ini murni kesadaran saya,” jawab Arief Efendy Santoso salah satu muallaf pada (27/4).

Namun Prof Zahro sedikit kaget ketika ada salah satu di antara tiga muallaf memiliki nama Nur Fadillah Islamiyah. “Namanya kok sudah Islam?,” tanya Prof Zahro. Perempuan kelahiran 1995 ini menjelaskan bahwa dirinya dipengaruhi untuk masuk Kristen, untungnya Dila segera menyadari dan kembali memeluk Islam di Masjid Al Akbar Surabaya.

“Saya dilahirkan dari keluarga muslim, semua keluarga saya Islam, namun karena pergaulan saya dipengaruhi dan disuruh masuk Islam lalu dibaptis. Perbuatan inilah saya merasa bersalah dan ingin bertaubat serta kembali pada jalan Allah,” lanjut perempuan asli Surabaya ini.

Setelah mendengarkan alasan dan kronologinya, secara bersama Prof Zahro membimbing mereka membaca dua kalimat syahadat. “Saya dengan sadar memeluk Islam tanpa paksaaan,” kata Prof Zahro diikuti ketiga muallaf. Guru Besar UIN Sunan Ampel ini meneruskan dengan membaca dua kalimat syahadat beserta artinya. *

BeritaTerkait

ALUMNI NERAKA

ALUMNI NERAKA

Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن  اَشْهَدُاَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ الْمَلِكُ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *