Diajari Wudlu, Tertarik Islam

Masjid Al Akbar – Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya KH Abdul Hamid Abdullah kembali membimbing muallaf membaca dua kalimat syahadat. Sebelum ikrar dibacakan Kiai Hamid Abdullah terlebih dahulu bertanya apakah ada paksaan dalam memeluk Islam? Pemuda asal Surabaya ini spontan mengatakan tidak ada yang memaksanya.

Pemuda yang memiliki nama lengkap David Poernomo ini, lantas bercerita awal dirinya yakin berpindah agama. Bermula dari diajak seorang teman masuk ke dalam masjid. tidak hanya masuk saja. Sang teman mengajaknya untuk melaksanakan shalat Jumat kala itu. “Saat melaksanakan shalat hati ini tiba-tiba tenang dan fikiran fokus,” ungkap pemuda kelahiran 1993 tersebut.

David melanjutkan ceritanya. Sebelum melaksanakan shalat, David mengaku diajari berwudhu terlebih dahulu. Saat wajah menyentuh air, pikiran menjadi tenang, suasana sejuk ia dapatkan. “Air wudhu itu, seolah menghapus segala noda yang ada di wajah. Selesai wudhu diri saya tiba-tiba tidak ada beban sama sekali,” tutur pemuda beralamat Ngagel Jaya Surabaya ini.

Setelah puas bercerita, David diminta membaca biodatanya terlebih dahulu. Dengan mengucapkan bismillah, dua kalimat syahadat dibacanya dengan bimbingan Kiai Hamid Abdullah. “Setelah membaca dua kalimat syahadat ini, anda seperti bayi yang baru lahir. Maka dari itu untuk membersihkan jiwa maka mandi besarlah dan jangan lupa untuk melaksanakan segala perintahnya dan jauhi larangannya,” pesan Kiai Hamid Abdullah. (*)

BeritaTerkait

One Response

  1. Semoga dakwah Al Akbar dapat menentramkan umat dan semua info Al Akbar selalu sy forward ke beberapa WAG untuk lebih dapat semakin memakmurk semua kegiatan Al Akbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *