Inikah Materi Khutbah Idul Adha 1439 H di Masjid Al Akbar Surabaya

MATERI KHUTBAH HARI RAYA IDUL ADHA DI MASJID AL AKBAR SURABAYA
Rabu, 22 Agustus 2018 / 1439 H

Menyingkap Tabir Kholilullah Ibrahim AS Sebagai Landasan Keselamatan dan Keberhasilan Hidup

الله أكبر الله أكبر الله أكبر* الله أكبر الله أكبر الله أكبر* الله أكبر الله أكبر الله أكبر*
الله أكبر كبيرا* والحمد لله كثيرا* وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّأَصِيْلاً *لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَه*صَدَقَ وَعْدَهُ *وَنَصَرَ عَبْدَهُ* وَأَعَزَّجُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ * لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ* مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنُ *وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُنَافِقُوْنَ*
إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ بالله مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ * أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه *
الَلَّهُمَّ صَلِّ وَنُسَلِّمُ عَلَى سيّدِنَا وحَبِيْبِناَ المُصْطَفَى، الَّذِّي بَلَّغَ الرِّسَالَةْ، وَأَدَّى الأَمَانَةْ، وَنَصَحَ الأُمَّةْ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ دَعاَ اِلَى اللهِ بِدَعْوَتِهِ، وَجاَهَدَ فِيْ اللهِ حَقَّ جِهاَدِهِ.
أَمَّا بَعْدُ: فأَيــُّهَا النَّاسُ اصيكم ونفسي واياي بتَّقُوْا اللهَ وطاعته فقد فازالمتقون
قال الله تعالى فى كتابه الكريم وهو اصدق القائلين.اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ * يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا*
Hadirin sidang jamaah sholat Idul Adha yang dirahmati Allah.
Hari ini hari raya Idul Adha. Suara takbir, tahmid, tahlil, bergema di seluruh pelosok daerah. Sebagai lambang kebesaran Allah yang disuarakan oleh insan-insan yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Lambang kebesaran Tuhan yang telah menganugerahkan segala rahmat taufik dan hidayahNya pada kita, utamanya kepada Nabi Ibrahim AS sebagai utusanNya yang memiliki kelebihan derajat kholilullah, derajat yang tidak dimiliki oleh siapapun, kendatipun Nabi Muhammad SAW, bahkan Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk mengikuti jejak ajaran Nabi Ibrahim A.S.

Artinya :Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif” dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. (Qs An-Nahl : 123)
Hari ini pula kita disyariatkan melaksanakan qurban sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS dalam rangka pendekatan diri kepada Allah SWT. Juga kita disyariatkan pada hari ini untuk melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu, dalam rangka mencari kedekatan kepada Allah SWT, sebagaimana dekatnya Nabi Ibrahim dengan TuhanNya dengan julukan kholilullah. Mudah-mudahan kita semua bisa melakukan qurban dan haji.
Aamiin.

Hadirin sidang jamaah sholat Idul Adha yang dirahmati Allah.
Siapakah Nabi Ibrahim itu sebenarnya? Nabi Ibrahim memiliki nilai tanggap yang cukup tinggi dan ketajaman batin yang luar biasa, memperpadukan antara nilai, rasional, dan aqidah. Mempertemukan titik temu antara dunia nyata dengan dunia abstrak. Dari sebab itulah, apapun cobaan yang ditimpahkan oleh Allah kepadanya, selalu berhasil dan lolos dengan penuh ketabahan dan kesabaran.
Mulai dari remaja harus berpisah dengan ayahnya, mengembara seorang diri dalam rangka mempertahankan aqidah dengan penuh kesengsaraan dan penderitaan, juga disaat beliau membina rumah tangga dengan dua istri dan satu anak, harus pula dipisah di daerah tandus yang kering dan gersang di sebelah selatan Saudi Arabia. Nabi Ibrahim harus meninggalkan istri yang disayang dan anak yang didambakan, Siti Hajar dan Ismail, di daerah yang tidak ada harapan hidup terkecuali pertolongan Allah, hanya dibekali doa, selembar uang kertas pun tidak, segenggam gandum pun tidak, segelintir kurma pun tidak, setetes air minum pun tidak.
Nabi Ibrahim bermunajat kepada Allah,

Artinya : Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak ada tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah rizki mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (Qs Ibrahim : 37)
Apa yang terjadi saudara-saudara? Siti Hajar dan Ismail mengadu nasib mengharapkan tetesan ijabah doa dari Nabi Ibrahim A.S. Suatu keajaiban di luar akal manusia, keluarlah air zam-zam yang menyelamatkan kedua insan dari bahaya kematian.
Belum berhenti sampai disitu, disusulnya adanya satu perintah agar Nabi Ibrahim mengorbankan putranya yang bernama Ismail.

Artinya :Maka tatkala anak itu sampai pada usia remaja, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk golongan orang-orang yang sabar”. (Qs As-Saffat : 102)
Putra satu-satunya yang diidam-idamkan harus dikorbankan dan dilaksanakan dengan penuh kesabaran dan ketawakalan.

Hadirin sidang jamaah sholat Idul Adha yang dirahmati Allah.
Disusulnya pula cobaan berikutnya, Nabi Ibrahim harus berhadapan dengan Raja Namrud yang berkuasa di Negeri Babilonia dengan penuh kekejaman dan kediktatoran yang pada akhirnya Nabi Ibrahim harus menghadapi ancaman Raja yaitu Nabi Ibrahim harus dibakar hidup-hidup. Pada titik akhirnya, Nabi Ibrahim diselamatkan oleh Allah dengan firmanNya,

Artinya :”Hai api jadilah dingin, dan jadilah keselamatan bagi Ibrahim”. (Qs Al-Anbiya : 69)
Demikian kisah sejarah perjalanan penderitaan dan cobaan Nabi Ibrahim dalam menegakkan aqidah dihadapinya dengan penuh kesabaran dan ketabahan, akhirnya toh berhasil.
Apa kunci keberhasilan Ibrahim?
Suatu saat Nabi Ibrahim AS mendapatkan wahyu dari Allah yang berbunyi:

Artinya :Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Qs Al-Hadid : 2)
Sesaat itu Nabi Ibrahim berfikir, dari firman yang diterimanya, muncul lah pertanyaan dalam pikirannya. Mana mungkin barang mati dibangkitkan kembali? Kalau mematikan tidak masalah, tapi bagaimana menghidupkan? Pertanyaan ini selalu berkecamuk dalam pikirannya Nabi Ibrahim. Akhirnya, disampaikannya pula dalam bentuk pertanyaan kepada Allah, Tuhan semesta alam. Ya Tuhan, bagaimana mungkin Engkau menghidupkan orang mati? Kalau mematikan bagi saya tidak masalah, tetapi setelah mati, bagaimana menghidupkannya? Pertanyaan ini semacam Ibrahim tidak percaya dan sekaligus membantah firman Allah, tidak ada satupun makhluk di alam jagad ini, tak perduli dia nabi, ataupun rasul, kecuali Nabi Ibrahim AS yang berani membantah. Lantas apa yang terjadi? Tuhan pun akhirnya marah, dengan firmannya,

Artinya : “Belum percayakah kamu?” (Qs Al-Baqarah : 260)
Ibrahim seorang diplomatik yang ulung, jawabnya singkat, tapi mengena, dengan kalimat:

Artinya :”Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap)”. (Qs Al-Baqarah : 260)
Bukanlah demikian Ya Tuhan, supaya hati saya mantap. Namun otak saya berfikir, mana mungkin barang mati bisa dibangkitkan kembali. Dua alat yang menempel di badan saya, satu hati dan satu akal saling kontradiksi satu dengan yang lain. Lantas saya harus ikut yang mana? Saya ikuti hati, akal saya berontak. Saya mengikuti akal, hati saya berontak. Untuk mempertemukan keduanya, tolong Ya Tuhan, tunjukkan di hadapan saya bagaimana cara Engkau menghidupkan orang mati? Suatu hal yang mustahil menurut kemampuan otak saya, tidak masuk akal dan tidak rasional. Ternyata Nabi Ibrahim mendengar firman belum cukup, minta bukti kenyataan real di depan mata untuk bisa dilihatnya. Di sini kunci keberhasilan Nabi Ibrahim, butuh kesaksian di hadapan mata. Ternyata, pandangan mata lebih mengetuk hati daripada pendengaran.
Akhirnya Allah berfirman,

Artinya: Allah berfirman: “(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): “Kemudianletakkan diatas masing-masing bukit satu bagian, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera”. (Al – Baqarah : 260)
Kejadian yang luar biasa ini membuat Nabi Ibrahim langsung bersujud di hadapan Allah dengan ucapan:

Artinya :Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi, dengan penuh kepasrahan kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. (Qs Al – An’am : 79)

Hadirin sidang jamaah sholat Idul Adha yang dirahmati Allah.
Ucapan Nabi Ibrahim ini bukan atas perintah Allah, namun muncul dari kesadaran dan tanggapnya Nabi Ibrahim, keluar dari lubuk hati sanubari yang dalam yang merupakan wujud ketajaman energi batin Ibrahim itu sendiri yang sekarang disebut dengan energi alam di bawah sadar. Ternyata alat komunikasi yang bisa kontak dengan Allah adalah alat energi alam di bawah sadar ini, yang kita sering sebut dengan kekuatan batin atau kekuatan hati yang sentralnya adalah di alat yang datangnya dari Allah itu sendiri yaitu roh yang mengandung kekuatan Tuhan di atas kekuatan otak manusia. Betapa tidak saudara-saudara, banyak kisah sejarah yang membuktikan seperti itu.
Perjalanan para Nabi dan Rasul setiap sepak terjang dakwahnya selalu mengalami benturan yang otak manusia tidak mungkin akan bisa mengatasi, terkecuali hanya dengan kekuatan energi Tuhan.
Untuk mempertajam energi batin memang tidak mudah, kalaupun Nabi Ibrahim ketajaman energi batinnya terasah setelah beliau menyaksikan dengan mata kepala sendiri kebesaran-kebesaran Allah, maka demikian juga halnya dengan Nabi Musa. Disaat diajak bicara dengan Allah:

Artinya : “Dan Allah telah berbicara kepada Musa”. (Qs An – Nisa’ : 164)
Begitu Nabi Musa mendengar suara dari Allah, rupanya belum pula puas untuk meyakinkan dan menajamkan batinnya. Maka, Nabi Musa minta kepada Allah:

Artinya :”Ya Tuhan, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau”. (Qs Al – A’raf : 143)
Dijawablah oleh Allah,

Artinya : “Kamu tidak akan sanggup melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. (Qs Al – A’raf : 143)
Apa yang terjadi saudara? Begitu Nabi Musa baru saja akan melihat gunung, ternyata gunung tersebut meletus. Selanjutnya, Nabi Musa diperintahkan untuk melemparkan tongkatnya yang seketika berubah menjadi ular. Persaksian-persaksian inilah yang membuat ketajaman batin Nabi Musa yang merupakan alat untuk berkomunikasi dengan Tuhan atas apa yang dibutuhkan oleh Musa di dalam menghadapi kesulitan dan benturan agar dapat terselesaikan dengan baik.

Hadirin sidang jamaah sholat Idul Adha yang dirahmati Allah.
Belum lagi nabi besar Muhammad SAW di isra’ miraj kan oleh Allah yang sementara banyak orang yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad diisra’ miraj kan untuk menerima perintah shalat.
Apa memang benar?
Setelah kita kaji, ternyata isra’ miraj itu tujuannya untuk memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan Allah di alam jagad ini.

Artinya: “Buat Kami tunjukkan kekuasaan Kami” (Qs Al-Isra’: 1)

Artinya: “Hingga yakinlah bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar”. (Qs Fussilat : 53)
Sehingga memunculkan keyakinan yang kuat bahwa tiada Tuhan yang kuasa kecuali Allah. Jadi Nabi Muhammad dipertajam batin dan keyakinannya dengan cara diperlihatkan kekuasaanNya melalui isra’ mi’raj.
Sekali lagi, ketajaman batin energi alam di bawah sadar itu yang bisa berkomunikasi dengan Allah, bukan energi alam yang sadar.
Amaliyah sholat yang hanya digerakkan oleh energi sadar tapi tidak didorong oleh energi alam dibawah sadar membuat Allah menjadi murka.

Artinya : “Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (Qs Al Ma’un 4-5)
Suatu saat ada orang cerita, sebutlah dia Fulan, bercerita tentang pengalaman umroh. Ceritanya tertib, detail, dan benar. Mulai dari keberangkatan sampai pulang. Setelah ditanya, kapan Anda berangkat umroh? Ternyata didapatkannya ilmu pengetahuan umroh itu dari mimpi. Apa itu mimpi?

Hadirin sidang jamaah sholat Idul Adha yang dirahmati Allah.
Fulan tidak berangkat ke Makkah Madinah, tapi tau tentang amaliyah umroh. Siapa yang umroh sebenarnya? Dibilang umroh, dia tidur. Dibilang tidur, dia mengerti umroh. Itulah bukti sentuhan energi Tuhan terhadap energy alam di bawah sadar Fulan. Dia tidak berangkat umroh tapi mengerti umroh. Mungkinkah orang pandai tanpa belajar? Yang sering disebut di kalangan masyarakat dengan sebutan Ilmu Laduni.
Kita tengok sejenak Nabi Sulaiman. Beliau menguasai bahasa makhluk se-alam jagad tanpa ia harus belajar. Kembali lagi berbicara tentang mimpi, Raja Fir’aun diberikan informasi oleh Allah bahwa kerajaannyaakan dihancurkan karena kebiadaban dan kediktatorannya. Informasi ini disampaikan oleh Allah dengan jalan mimpi. Kelahiran Nabi Musa yang merupakan ancaman berat bagi Fir’aun ternyata bisa dibesarkan lewat bimbingan ibunya, dimana ibu nya mendapat bimbingan dari Allah itu melalui mimpi.
Raja Namrud yang berkuasa di Negeri Babilonakan dihancurkan oleh Allah berita lewat mimpi dengan lahirnya Nabi Ibrahim AS. Serta Nabi Ibrahim itu sendiri pun, mendapatkan perintah untuk mengorbankan putranya lewat mimpi.
Nabi Yusuf diangkat derajat oleh Allah, informasi diterima lewat mimpi.
Nabi besar kita Muhammad SAW mendapatkan wahyu sebagian besar lewat mimpi.
Maka jelaslah bagi kita, di dalam kita melaksanakan ibadah untuk dapatnya berkomunikasi dengan Allah harus melalui energi alam di bawah sadar atau energi roh.

Artinya :“Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu” (Qs Al – A’raf : 180)
Allah mengatur alam jagad seisinya dan menggerakkan kehidupan apa saja yang ada di dalamnya dengan energi kekuatanNya, tak perduli makhluk hidup ataupun benda mati. Energi-energi Tuhan terkumpul pada 99 nama yang kita sebut dengan asmaul husna. Fat uhu bihaa, gunakan energi itu, sudah menjadi hukum alam manakala ada dua kekuatan, jenis dan persenyawaan sama. Beda kekuatan, manakala ditemukan, maka kekuatan yang besar akan mengisi kekuatan yang kecil.
Itulah sebabnya kita diperintahkan untuk selalu menyambungkan energi batin alam di bawah sadar kita dengan energi Tuhan agar kita mendapatkan tambahan kekuatan energi Tuhan. Sehingga dengan energi kekuatan Tuhan itu lah, semua permasalahan akan terselesaikan. Itulah orang taqwa. Allah berfirman:

Artinya :“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya, Allah melaksanakan urusanNya, sungguh Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.” (Qs At – Talaq : 2-3)
Mudah-mudahan seklumit kata dalam khutbah ini bisa menjadi bahan untuk menginstropeksi diri dan self-control agar ibadah kita jauh lebih sempurna pada titik akhirnya yang kita cari, khusnul khotimah, bahagia di dunia sampai di akhirat masuk surga. Aamiin.. Do’a
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ(3)

Do’a (Khutbah 1)

Khutbah Kedua
الله اكبر . الله اكبر. الله اكبر.# الله اكبر. الله اكبر. الله اكبر.# الله اكبر الله اكبر الله اكبر
الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا, وسبحان الله بكرة واصيلا. لا اله الا لله والله اكبر, الله اكبر ولله الحمد.
الحَمْدُ ِللهِ رب العالمين وبه نستعين على امور الدنيا والدين, َأَشْهَدُ أَنْ لا إِلهَ إِلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لانبي بعده, اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ فَيَا عبادالله أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ
قال الله تعالى فى كتابه الكريم اعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم:
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الأمِّيِّينَ رَسُولا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ.
وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ، فَأَكْثِرُوْا مِنَ الصَّلاَةِ عَلَى النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ، إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأيــُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْحَمْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَآأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْمًا.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَانًا صَادِقًا ذَاكِرًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا مُنِيْبًا، وَعَمَلاً صَالِحًا زَاكِيًا، وَعِلْمًا نَافِعًا رَافِعًا، وَإِيْمَانًا رَاسِخًا ثَابِتًا، وَيَقِيْنًا صَادِقًا خَالِصًا، وَرِزْقًا حَلالاطَيِّبًا وَاسِعًا، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ رَبَّنَا احْفَظْ أَوْطَانَنَا وَأَعِزَّ سُلْطَانَنَا وَأَيِّدْهُ بِالْحَقِّ وَأَيِّدْ بِهِ الْحَقَّ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ
اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ فَيْضِكَ الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ وَالنَّهَارِ، الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَارِ
اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا وكُلِّ أَرزَاقِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
• عِبَادَ اللهِ :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فاذكروالله العظيم يذكركم, واشكروا على نعمه يزدكم,واسألوه من فضله يعطيكم ولذكروالله اكبر

BeritaTerkait

ALUMNI NERAKA

ALUMNI NERAKA

Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن  اَشْهَدُاَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ الْمَلِكُ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *