Tebar Sorban, MAS Peduli Lombok

Sorban, menjadi alat untuk mengumpulkan bantuan kemanusian di Lombok, NTB. Ya awal bulan Agustus negeri seribu masjid ini dilanda gempa bumi berkali-kali, hingga bangunan rata dengan tanah. Masjid Nasional Al Akbar Surabaya menggelar tebar sorban untuk Lombok.

Setiap kali setelah shalat Jumat, para jamaah Masjid Nasional Al Akbar Surabaya selalu ditunggu tiga sorban yang ditebar di pintu utara, timur dan selatan. Aktivitas itu dilakukan selama tiga kali Jumat, dimulai pada tanggal 10 Agustus hingga 24 Agustus 2018.

Direktur Utama MAS H Endro Siswantoro turut berduka atas musibah yang menimpa saudara kita di pulau seribu masjid itu, semoga amal ibadah dan kesalahannya para korban yang meninggal dunia diampuni Allah SWT. “Kami Masjid Al Akbar Surabaya turut meringankan beban para korban dengan memberikan bantuan yang dihimpun dari jamaah MAS,” kata Endro Siswantoro.

Bantuan itu secara khusus disalurkan pada masjid yang mengalami kerusakan baik itu ringan atau sudah rata dengan masjid, melalui Dewan Masjid Indonesia NTB. “Kami terus melakukan koordinasi dengan DMI NTB, agar bantuan kepada masjid dapat tersalurkan dengan baik,” tuturnya.

Kenapa harus masjid yang ditangani MAS?, Dirut dua periode ini menjelaskan, kalau bantuan makanan, logistik, obat-obatan dan membangun rumah warga yang rata dengan tanah itu sudah banyak yang menangani. Mulai dari organisasi sosial hingga pemerintah. Nah untuk rumah ibadah umat Islam ini belum ada, sehingga inilah tugas Masjid Al Akbar Surabaya untuk membantu, mendirikan masjid.

Masjid terbesar setelah Istiqlal ini melalui media sosial membuat gerakan MAS Peduli Lombok dan membuka posko MAS Peduli Lombok di area Masjid telah berhasil mengumpulkan dana 75 juta lebih (sejak berita ini ditulis). “Uang tersebut telah disalurkan kepada masjid yang telah membutuhkan renovasi dan membangun masjid yang telah roboh,” kata H Gana Hascarya, Koordinator MAS Peduli Lombok.

Bantuan telah disalurkan ke beberapa masjid di Lombok Utara. “Masjid yang kami bantu, berkoordinasi dengan DMI NTB, karena DMI NTB lah yang lebih tahu kondisi masjid di sana,” tutup Gana. (*)

BeritaTerkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *