Rawan Bencana, MAS Gelar Sosialisasi Tanggap Bencana

Masjid Al Akbar – Pemerintah Kota Surabaya terus melakukan sosialisasi tanggap bencana. Kali ini sosialisasi tanggap bencana dilakukan di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. “Para peserta sosialisasi terdiri dari karyawan masjid dan mitra dakwah, masyoritas berdomisili di Surabaya,” kata H Endro Siswantoro, Direktur Utama Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (3/11).

Ahli geologi dari Pusat Studi Kebumian, Bencana, dan Perubahan Iklim (PSKBPI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS) Surabaya, Amien Widodo mengatakan bahwa Jawa Timur dan Surabaya khususnya berpotensi terjadi gempa bumi. Menurut dia, Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) Kementerian PUPR telah merilis peta sumber dan bahaya gempa di Indonesia pada Oktober 2017.

Dalam buku tersebut disebutkan, kata Amien Widodo, sumber gempa di Jawa timur ada dua, yaitu dari tumbukan lempeng tektonik di selatan Jawa Timur dan sesar aktif di Jawa. “Gempa akibat tumbukan lempeng dikenal dengan Gempa berkuatan 6,5 skala richter, Jika itu terjadi, seluruh wilayah Surabaya dipastikan akan terdampak, mengalami kerusakan parah.,” ujar Amien di depan ratusan karyawan dan mitra dakwah Masjid Al Akbar Surabaya.

Untuk Surabaya sendiri kata Amin, ada dua patahan. Yakni terdapat di jalan Mayjen Sungkono yang berada di daerah bukit hingga menuju Margomulyo, kebarat-baratan sampai Cerme Gresik. “Sedangkan patahan kedua terjadi mulai Karang Pilang yang ada bukitnya melewati Mastrib, Sepanjang, Waru, Mojokerto, Nganjuk, dan Jombang,” terangnya. (*)

BeritaTerkait

ALUMNI NERAKA

ALUMNI NERAKA

Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن  اَشْهَدُاَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ الْمَلِكُ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *