DKM Darut Tauhid Kunjungi MAS Belajar ISO

Masjid Al Akbar – Masjid Nasional Al Akbar pada 2018 mendapatkan Sertifikat ISO (International Organization for Standardization) 9001:2015. Melihat capaian yang diraih masjid terbesar setelah Masjid Istiqlal ini, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Darut Tauhid berkunjung ke Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.

“Kami ingin belajar bagaimana mengelola masjid sekaligus kami ingin meminta wejangan kepada para pengelola Masjid Nasional Al Akbar Surabaya ini, terutama soal ISO,” kata Husni Mubaraq, perwakilan DKM Darut Tauhid di Ruang Raudhoh MAS (19/2).

Husni tidak sendirian, dia datang dari Bandung bersama enam pengurus DKM Darut Tauhid yang berada di bawah naungan pesantren.

H Endro Siswantoro Direktur Utama MAS yang ditemani Direktur Tarbiyah, Direktur Imarah dan Direktur Shiyanah ini menjelaskan sejarah masjid, kualitas masjid yang terus ditingkatkan sehingga ada daya tarik dari para jamaah. Kebersihan dan kesucian menjadi kunci utama.

“Selain itu, masjid ini juga ada manajemen pengatur shaf, ketika ada jamaah langsung diatur dan diarahkan untuk menempati shaf terdepan, setelah itu baru kotak amal dijalankan,” kata Endro Siswantoro yang ditemani sejumlah kabag dan staf MAS.

Pengelolaan masjid ini secara mandiri. Di dalam masjid digunakan sebagai tempat akad nikah dan resepsi. “Kami punya tiga gedung yang disewakan, ada gedung Shafa, Marwah dan Muzdalifah. Tiga gedung itu bisa dibuat resepsi atau seminar dlsb,” jelasnya.

Dalam pengelolaan masjid hingga meraih ISO 9001:2015 ini, MAS menerapkan 5R (Rapi, Resik, Ringkas, Rajin dan Rawat). Meraih ISO itu hanya sebagai tul atau alat untuk mencapai sebuah perencanaan yang telah di tulis lalu dilaksanakan. “Prinsipnya adanya ISO sebagai pelaksana pekerjaan atau SOP agar semuanya direncanakan dan dilaksanakan dengan baik,” pungkas Dirut MAS. (*)

BeritaTerkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *