Taman Asmaul Husna Destinasi Edukasi Tauhid 

Masjid Al Akbar – Masjid Nasional Al Akbar Surabaya menggelar peletakan batu pertama untuk pembangunan taman asmaul husna. Lokasi yang menjadi tempat ruang terbuka asmaul husna berada di sisi pojok utara timur Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. Lahan yang memiliki luas dua ribu meter persegi ini merupakan lahan yang tidak digunakan.

“Di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya ada lahan nganggur seluas dua ribu meter persegi. Di lahan inilah nanti akan dibangun taman asmaul husna yang memiliki banyak destinasi bagi generasi milenial,” kata H Helmy M Noor Sekretaris Masjid Nasional Al Akbar Surabaya setelah peletakan batu pertama (13/3).

Taman Asmaul Husna ini akan menjadi taman edukasi untuk mengenal nama-nama Allah. Sambil berolahraga para masyarakat bisa membaca 99 nama-nama Allah yang ada pada 99 pilar asmaul husna. “Dulu saya hafal Asmaul Husna, karena tidak pernah diamalkan sehingga lupa. Nah, taman ini untuk mengingatkan masyarakat nama-nama Allah, inilah destinasi edukasi tauhid,” tuturnya.

Helmy melanjutkan di taman ini nantinya ada destinasi tafsir digital dimana masyarakat bisa mengetahui jumlah asma Allah di dalam Al Quran. “Misalnya nama Al Malik, tinggal diklik tulisan Al Malik nanti akan muncul jumlah kata Al Malik di dalam Al Quran. Ini yang dibutuhkan bagi generasi milenial,” lanjutnya.

Selain itu, ada destinasi ekonomi kreatif. Di taman ini akan ada karya anak bangsa yang memiliki startup, sehingga membangunkan minat berwirausaha bagi generasi milenial. “Hal itu, kami ambil dari pesan Ketua Umum DMI M Jusuf Kalla yang berpesan agar masjid juga bisa menjadi pusat perokonomian tidak melulu pada nilai ibadah dan dakwah,” terangnya di depan Ketua DMI Jawa Timur H Roziqin.

Destinasi berikutnya adalah destinasi muallaf, setelah para muallaf berikrar di Masjid, pendalaman materi tentang Keislaman di ruang terbuka yaitu di taman asmaul husna. “Kami juga menyiapkan panggung sebagai ruang ekspresi generasi milenail. Panggung itu nantinya akan dikelilingi pilar walisongo,” tutur pria kelahiran Tegal ini.

Peletakan batu dilakukan oleh Ketua DMI Jawa Timur H Roziqin, dilanjutkan Imam Besar KH Abdul Hamid Abdullah, Imam Besar Masjid Al Akbar Prof Dr KH Ridwan Nasir, MA, Kasie Tarbiyah H Hasan Ubaidillah dan ditutup oleh Ketua BPP MAS H Sudjak.

Di atas tanah ini dua ribu meter persegi ini akan ada 113 pilar, 99 pilar asmaul husna, 5 pilar rukun Islam, dan 9 pilar walisongo. “Intinya kami akan mengkonsep ini semua instagrameble, akan ada spot foto disetiap sudut taman asmaul husna,” pungkas Helmy. (*)

BeritaTerkait

ALUMNI NERAKA

ALUMNI NERAKA

Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن  اَشْهَدُاَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ الْمَلِكُ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *