Mantan Mendag M Lutfi Apresiasi Majelis Subuh GenZI Al-Akbar

Surabaya (MAS) – Mantan Menteri Perdagangan M Lutfi mengapresiasi kegiatan Generasi Z Islami (GenZI) bertajuk “Majelis Subuh GenZI” (MSG) yang diadakan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) pada setiap bulan sekali dengan diikuti ribuan GenZI.

“Semakin banyak generasi muda yang bersedia menghidupkan masjid, bisa melahirkan kekuatan yang besar, baik di bidang digital maupun wirausaha,” katanya saat menghadiri MSG edisi ke-8 yang menghadirkan pendakwah muda Ustadzah DR Hj Oki Setiana Dewi di MAS, Minggu (4/2/24) pagi.

Mendag periode 2020-2022 itu menilai antusiasme kehadiran generasi muda dalam Majelis Subuh Genzi di MAS/Surabaya itu merupakan hal positif dan sebagai simbol kembalinya kekuatan umat Islam.

“Saya melihat kalau generasi muda sudah balik ke masjid adalah tanda-tanda yang positif. Karena masjid sebagai sumber kekuatan. Jadi, kalau anak muda sudah balik ke masjid, mestinya ini sebagai tanda-tanda kekuatan Islam sudah balik lagi,” katanya.

Ia selalu tertarik terlibat dalam pengembangan kegiatan-kegiatan masjid yang melibatkan anak muda, apalagi MAS mengembangkan majelis dengan tiga program yakni GenZI dakwah, GenZI digital, dan GenZI entrepreneur.

Didampingi inisiator MSG H Helmy M Noor di hadapan ribuan GenZI dalam MSG edisi ke-8 di MAS yang bertajuk “Meraih Cita dengan Cinta” itu, mantan menteri era Presiden Jokowi itu menilai pengurus/pengelola MAS sangat peduli dengan GenZI.

“Tiga program itu menunjukkan pengurus Masjid Al Akbar Surabaya sangat peduli terhadap GenZI dalam tiga program penting yakni dakwah, digital, dan entrepreneur. Semoga program yang berawal dari hal-hal baik akan mendatangkan barokah,” katanya.

Pengusaha muslim yang juga mantan Dubes di Jepang dan Amerika itu menyatakan tiga program GenZI di MAS itu akan dapat melahirkan kekuatan Indonesia yang berawal dari masjid.

“Kita melihat ketiga program itu dapat menjadi kekuatan ekonomi, politik/dakwah, dan digital, yang datangnya dari Masjid Al Akbar Surabaya untuk kekuatan Indonesia,” katanya.

Sementara itu, pendakwah muda Ustadzah DR Hj Oki Setiana Dewi yang mengisi MSG edisi ke-8 di MAS itu menekankan pentingnya persatuan dan kebersamaan di kalangan generasi muda Islam, termasuk jamaah GenZI di MAS.

“Indonesia itu besar, Indonesia itu majemuk, maka kita akan menjadi besar dengan persatuan dan kebersamaan dengan mengaplikasikan perintah Al-Qur’an untuk menjaga lisan, bertutur yang baik,” kata mantan pemeran utama dalam film “Ketika Cinta Bertasbih” itu.

Penceramah “Islam itu Indah” di televisi (Trans TV) yang alumnus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta itu menambahkan para “the founding fathers” telah mengamanatkan pentingnya persatuan untuk menjaga negara itu dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kita juga memiliki sila persatuan dalam dasar negara Pancasila, sedangkan tokoh-tokoh Islam juga mengajarkan ukhuwah wathoniyah (persatuan dalam satu negara), ukhuwah Islamiyah (persatuan dalam agama Islam), dan ukhuwah basyariah (persatuan dalam warga/bangsa/masyarakat yang majemuk),” katanya.

Selanjutnya, Oki mengupas sembilan kiat sukses atau sholeh (sukses dunia-akhirat) yang tercantum dalam Al Qur’an surat Al Furqon ayat 63-76, diantaranya rendah hati, menjaga diri dan lisan, sholat malam, selalu berdoa/istighfar, dan sebagainya.

Selain dakwah subuh, MSG di MAS juga disemarakkan dengan bazar entrepreneur (starup) di Taman Asmaul Husna MAS (timur masjid) dan Taman GenZI MAS (barat masjid) yang merupakan binaan Bank Jatim dan BSI. (*/mas)

BeritaTerkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *