Parenting Pengaruh Gadget

Masjid Al Akbar – Bidang Pendidikan Masjid Al Akbar Surabaya menggelar acara parenting nasional. Tentunya acara ini diikuti oleh para siswa KB/RA dan MI tentunya didampingi oleh orang tua. Acara yang dilaksanakan di gedung As-Shofa Masjid Al Akbar diikuti semua siswa, guru dan orang tua (09/12). “Kepada orang tua kami ucapakan terimakasih karena sudah meluangkan waktu untuk sinergi dalam mendidik anak,” kata Muhammad Jakfar, Kepala Madrasah Ibtidaiyah MAS.

KH Hamid Syarif, Direktur Tarbiyah mengatakan acara ini penting untuk diikuti, karena tema yang disajikan di depan berhubungan pada masa depan anak. Perkembangan anak menjadi ketentuan Allah. Pertumbuhan secara fisik tentu diiringi dengan tumbuhnya intelektual. “Maka dari itu peran strategis orang tua adalah perlunya ada waktu dan kesempatan mendampingi, membina, membimbing dan memperhatikan kegiatan anak,” kata Kiai Hamid Syarif dalam sambutannya.

Menurut kakek Sembilan cucu ini, anak-anak kita saat ini masuk pada era generasi melenial. Generasi yang berada di dalam jaman teknologi informasi di sekitar kita. Maka dari itu, para orang tua harus menyikapi secara hati-hati. Menurut anak-anak itu sudah dianggap wajar dan menjadi kebiasaan mereka. “Kalau orang tua tidak cermat dalam perkembangan anak bisa jadi anak berkembang tidak positif,” terangnya.

Pengaruh keluarga dan lingkungan memberikaan dampak yang besar di bandingkan di sekolah. “Kita bersyukur anak¬-anak kita secara fisik berada dilingkungan masjid, mereka dikelilingi suasana agamais atau spiritual,” tegasnya.

Tapi, menurut Mantan Wakil Rektor Tiga IAIN Sunan Ampel Surabaya ini, kami tidak bisa menjamin perkembangan anak di luar sekolah. Maka dari itu, orang tualah yang bisa memperhatikan dan meneliti aktifitas anaknya, ketika orang tua yang sibuk bisa, jadi tidak punya waktu untuk mengawasi.

Saat ini gadget sudah menjadi alat yang tidak bisa lepas dari manusia. Orang tua saja tidak bisa lepas dari alat itu, apalagi anak-anak. “Yang terpenting adalah isi atau konten dari alat itu, kalau anak KB/RA mungkin tertarik pada visual atau gambar, gambar ini yang harus diawasi jangan sampai ada gambar negatif di alat itu,” terang Hamid.

Jika itu anak yang berusia MI, maka harus diawasi arus informasi yang tidak mendidik. Apalagi saat ini keterbukaan informasi. “Sekali lagi peran orang tua adalah mengawasi,” pesan Hamid Syarif. (ROF)

BeritaTerkait

ALUMNI NERAKA

ALUMNI NERAKA

Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن  اَشْهَدُاَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ الْمَلِكُ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *